Connect with us

Penjual Ikan Itu Ternyata Bandar Sabu, Berhasil Dibekuk Polisi

Uncategorized

Penjual Ikan Itu Ternyata Bandar Sabu, Berhasil Dibekuk Polisi

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM – Satuan Buru Sergap (Buser) Narkoba Polda Sultra berhasil menangkap seorang bernama Risman alias Ridwan (50), yang selama ini diduga sebagai bandar besar narkoba. Dari tangannya ditemukan  jenis sabu seberat 50 gram. Pelaku diciduk di rumahnya Kelurahan Tuoi, Kecamatan Unaaha, Konawe, Kamis (20/2) sekitar pukul 14.30 Wita.

Pelaku  kini harus menginap di hotel Predeo Polda Sultra. “Dia kami tangkap berdasarkan pengembangan dan penyelidikan yang kami lakukan selama beberapa minggu. Dia sudah menjadi target utama, oleh karena itu kami berusaha kejar agar tak lolos,”ujar Direktur Direktorat Narkoba Polda Sultra, Kombes Ery Susanto, saat di temui awak media, di ruanganya, Jumat siang (21/2).

Lebih lanjut Ery Susanto mengatakan, pihaknya sebetulnya bakal mendapatkan lima kali lipat dari jumlah sabu yang sudah berhasil ditangkap bersama pelaku. Namun, pelaku yang dibidik untuk ditangkap, hanya mampu menyediakan satu paket saja dengan berat per paket sekitar 50 gram.

Hal ini disampaikan pelaku ketika bertransaksi dengan pembeli yang menyamar melalui telepon seluler. Kronologis penangkapan sangat dramatis . Saat itu, seorang berpura-pura membeli satu paket sabu-sabu dari pelaku. Saat sedang terjadi transaksi itulah, pria bertubuh bongsor tersebut berhasil ditangkap.

Saat dibekuk pria yang mengaku sebagai penjual ikan itu tak dapat berkutik dan berbuat banyak, pelaku hanya bisa pasrah saat  digelandang menuju Kendari oleh Satuan Buser Narkoba Polda Sultra.

“Dari pengakuan yang diperoleh dari pelaku, sabu-sabu ini diperoleh dari Makassar, Sulsel. Dia memesan dan dikimkan lewat kapal, terkait penyelidikan untuk mengorek selanjutnya kami masih akan kembangkan,” kata Ery Susanto.

Atas perbuatanya pelaku terancam pasal 112 ayat (2) subsidair pasal 114 ayat (2), terkait penyalahgunaan narkotika dan kepemilikan narkotika yang bukan tanaman. Pelaku terancam hukuman maksimal selama 20 tahun penjara. Polisi rencananya akan melakukan tes urin dan darah pelaku. Begitu hasil urin keluar, polisi akan langsung mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar untuk diteliti. MAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top