Connect with us

Penggunaan Jala Trol Merajalela, Nelayan Lokal Resah

Daerah

Penggunaan Jala Trol Merajalela, Nelayan Lokal Resah

Penggunaan Jala Trol Merajalela, Nelayan Lokal Resah

Rumah bagang nelayan di Sultra. foto: Yoshasrul

SUARAKENDARI.COM-Penggunaan jala troll kini kian merajalela di perairan Sulawesi Tenggara. Kondisi ini membuat resah nelayan lokal menyusul makin berkurangnya populasi ikan di wilayah tangkapan mereka. Di perairan Kecamatan Laonti, kapal-kapal asal Sulawesi Selatan yang menggunakan jala troll  kini banyak beroperasi mengeruk kekayaan laut nelayan setempat.

“Mereka menebar jala troll sepanjang perairan dan sering berpindah-pindah lokasi,”ungkap Yusuf, nelayan asal Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Keberadaan para nelayan asal luar Sultra itu tentu saja berdampak pendapatan nelayan lokal. “Kami yang selama ini menangkap ikan dengan cara memancing semakin sulit memperoleh ikan, karena semua sudah mereka tangkap,”keluh Yusuf.

Kondisi tersebut terkadang membuat nelayan lokal melakukan pengusiran terhadap nelayan luar tersebut. “Kadang sudah kami usir, tapi sebentar mereka kembali lagi. Jadi kami mohon pemerintah khususnya aparat yang berwenang dapat mengatasi masalah ini,”harapnya.

Tak hanya di perairan Konawe Selatan, di Kabupaten Muna Barat dan Buton Selatan, nelayan jal troll juga banyak beroperasi dan lagi-lagi dikeluhkan masyarakat lokal.

“Saya sementara shooting paket mengenai warga yang meninggalkan perilaku mancing merusak dengan membuat bagang dan karamba. Cuman mereka mendapat kendala dari desa lain yang masih pakai bom dan jala troll sehingga kehidupan mereka semakin terdesak dan banyak yg memilih meninggalkan desa dengan merantau ke daerah lain,”ungkap Wawan, jurnalis TVRI yang juga pemerhati lingkungan hidup di Sultra. SK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top