Connect with us

Penambang Ilegal Marak di Bombana

Suara Lingkungan

Penambang Ilegal Marak di Bombana

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Penambang illegal mulai makin menjamur di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Meski tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), namun para penambang ilegal ini dengan bebasnya mengolah di tiap lokasi interval atau sekat lahan kosong, di antara perbatasan IUP.

Anehnya meski ditahu melanggar UU pertambangan Nomor 4 tahun 2009. Namun aktivitas yang membahayakan lingkungan di kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara ini, seolah tidak digubris oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah setempat.

Apalagi aktivitas para penambang liar mulai modernis alias menggunakan alat berat seperti eskapator dalam membongkar atau menggunduli lahan.

Pola mengais butir emaspun, bukan lagi manual atau menggunakan bejana seperti kuali. Tapi aktivitasnya sudah menggunakan sejumlah perangkat mesin.

Sementara lokasi penambangan illegal ini, kadang tidak jauh dari jalanan umum maupun pemukiman warga. Namun ajaibnya, meski aparat maupun pemerintah kerap meneropong ke lokasi tambang. Tapi aktivitas penambang ilegal ini, seolah disengaja luput dari pantauan.

Diduga ada pesengkongkolan yang terselubung, antara yang mengawasi dan diawasi. Sebab mencari tahu perkara ini, banyak warga yang memilih bungkam. “Saya milih tidak tahu saja pak, sebab persoalan ini sudah lama dilakukan. dan syarat akan permainan aparat,” ujar seorang warga tambang yang tak mau dikorankan namanya.

Yusuf Lara, Kadis Pertambangan dan energi Kabupaten Bombana membenarkan adanya aktivitas penambangan ilegal marak di Bombana.

Yusuf mengaku sudah berkali kali melarang, namun tidak pernah digubris para penambang ilegal tersebut.”Jelas aktivitas mereka itu kami larang. Tapi jika dikasitau mereka indahkan. Namun begitu kami pergi, mereka kembali lagi mengolah. Tidak mungkin kita berkantor di hutan terus,” tuturnya.

Yusuf menyayangkan hadirnya aktivitas penambang emas ilegal di Bombana. namun dirinya mengaku tak berdaya bila dihadpkan masalah kemanusiaan. “Perosalan ini antara kemanusiaan dan aturan. Jelas saya tegakan aturan, namun kadang diperhadapkan pada sisi kemanusiaan,” tukasnya. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top