Pemkot Siapkan Dana 2 Milyar Rupiah untuk Jamkesda

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Program layanan kesehatan bagi masyarakat sudah dijalankan pemerintah kota Kendari sejak tahun 2007 lalu melalui program pembebasan biaya pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya.
Seiring perubahan regulasi/aturan dan berlakunya undang-undang tentang jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemerintah kota Kendari mengubah program itu menjadi program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan dasar hukum Perda No 19 tahun 2013.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Dr Hj Maryam Rufiah mengatakan, data warga miskin yang di keluarkan Tim Nasional Program Penangggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2008-2013 di kota Kendari terdapat 88.691 jiwa yang mendapat program jaminan keshatan masyarakat (jamkesmas) maupun Jaminan persalinan (Jampersal).
Di tahun 2013 melalui program JKN pemerintah menyediakan program bantuan kesehatan pada 64.554 jiwa di Kota Kendari atau berkurang sebanyak 24.137 jiwa. Untuk menangani warga yang tidak tersentuh program JKN, lajut Maryam, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Kendari tahun 2014, pemerintah kota menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk bantuan layanan kesehatan bagi 5731 jiwa melalui program Jamkesda.
“Tahun 2015 Pemerintah kota menyediakan Rp 2 miliar untuk bantuan kesehatan pada 8669 jiwa warga miskin di Kota Kendari, begitu perhatiannya bapak walikota, dan untuk menunjang keberlanjutan program ini bersama DPRD Kota ditetapkan Perda tentang Jamkesda no 19 tahun 2013” tuturnya.
Ia menambahkan, layanan yang di berikan pada program Jamkesda sama seperti layanan yang di berikan pada program JKN, perbedaan hanya terdapat pada sumber dana yang digunakan, JKN bersumber dari APBN sedangkan Jamkesda bersumber dari APBD.
Sedangkan untuk warga penerima program Jamkesda pemerintah kota mendapat masukan data dari masing-masing kelurahan dan selanjutnya akan di verifikasi langsung melalui sistem yang terdapat dalam progam JKN.
meskipun sudah memiliki program penanganan kesehatan, namun ia meminta warga kota Kendari tetap melakukan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah timbulnya penyakit.(ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *