Pemkot Kendari Terus Sosialisasikan Jasa Parkir Bebas

0

SUARAKENDARI.COM, Pemerintah Kota Kendari terus berupaya untuk mensosialisasikan jasa parkir bebas yang hingga saat ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat, baik itu di ruko-ruko yang dimiliki maupun di lahan bebas milik masyarakat.

Kepala Dinas Pendapatan Kota Kendari, Nahwa Umar mengatakan bahwa masih banyak pertokoan atau ruko yang memungut jasa parkir menggunakan cara manual dan tidak menggunakan karcis sebagai bukti pemungutan jasa parkir. Hal tersebut tentu sangat disayangnya, bukan hanya dapat merugikan diri masyarakat sendiri, tetapi penerimaan yang didapatkan oleh pemerintah juga tidak dapat terkontrol karena masih menggunakan cara manual.

“Selama ini bagi pemilik toko atau ruko, seperti Swalayan Rabam, Ade Swalayan dan masih banyak lagi pusat perbelanjaan yang memungut jasa parkir dengan cara manual atau tidak menggunakan karcis, tentu saja jika hal tersebut dilakukan pendapatan yang diperoleh hanya berdasarkan kepercayaan saja, tetapi kalau menggunakan karcis maka akan tercatat dengan jelas berapa karcis yang dikeluarkan dalam sehari dapat ditotalkan dengan pendapatan,” katanya, Kamis (31/12/2015).

Tentu saja dengan cara manual yang masih banyak dipergunakan tersebut juga akan membuat para pengunjung toko bertanya-tanya, apa benar retribusi yang dikenakan sebesar yang dikatakan oleh si pemungut jasa parkir. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya karcis, jika menggunakan karcis maka akan jelas berapa jumlah pungutan yang dikenakan.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada pemilik toko dan swalayan agar menggunakan karcis, karcis parkir yang dimaksud bisa pula dibuat sendiri oleh pemiliki toko.

“Kami sama sekali tidak keberatan jika pemilik toko ingin membuat sendiri karcisnya, hanya saja tetap diporporasi oleh Dispenda, sehingga ada jumlah yang akan tertuang dalam karcis,” ujarnya.

Untuk jumlah yang diperoleh Dispenda sendiri dibagi sebesar 70 persen untuk pemilik toko dan 30 persen diserahkan kepada Dispenda. “Keuntungan dibagi setiap hari, karena itu milik pribadi maka yang masuk ke Dispenda hanya 30 persen dan 70 persen milik pribadi yang punya toko atau swalayan,” tukasnya. (LINA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.