Connect with us

Pemkab Bombana Resmi Setujui DOB Kabaena

Uncategorized

Pemkab Bombana Resmi Setujui DOB Kabaena

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Bupati Bombana H. Tafdil akhirnya resmi menandatangai usulan persetujuan pembentukan Kabupaten Kepulauan Kabaena sebagai usulan untuk dijadikan sebagai daerah otonom baru (DOB).

Persetujuan itu ditandai dengan mengeluarkan 10 buah Rekomendasi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mempercepat proses pembentukan Kabupaten Baru tersebut.

Tepuk gempita dari ratusan masyarakat Kabaena, warnai proses penandatanganan rekomendasi tersebut yang di dilakukan di Mess Pemkab di Kelurahan Sikeli Kecamatan Kabaena Barat.

Sepuluh rekomendasi yang ditandatangani Tafdil tersebut diantaranya, persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Bombana untuk dijadikan wilayah DOB Kepulauan Kabaena. Pemkab akan menyediakan lahan seluas 125 hektar untuk lokasi pembangunan perkantoran dan sarana umum lainnya di Kecamatan Kabaena Utara.

Selain itu, Pemkab Bombana bersedia memberikan penyerahaan kekayaan daerah yang ada dalam wilayah pemerintahan calon Kabupaten Kepulauan Kabaena yang terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak, personil, dokumen dan hutang piutang untuk dimanfaatkan oleh penyelenggaraan pemerintahan dengan ketentuan, juga menjadi bagian rekomendasi penting.

Persetujuan lainnya yakni bersedia melepas wilayah enam kecamatan yakni Kabaena, Kabaena Barat, Kabaena Timur, Kabaena Selatan, Kabaena Utara dan Kabaena Tengah menjadi cakupan wilayah calon kabupaten kepulauan Kabaena.
Sedangkan untuk persetujuan nama calon kabupaten pemekaran dari Kabupaten Bombana di provinsi Sultra  dengan nama Kabupaten Kepuluan Kabaena

Tak cuma itu, pemkab juga akan membemberikan dukungan dana hibah dalam angka pembiayaan pemilihan umum kepala daerah untuk pertama kali di calon kabupaten kepulauan Kabaena. Untuk agenda ini, Pemkab Bombana memberikan dana sebesar Rp 3,5 M.

Rekomendasi lain yakni,
pemberian bantuan dana awal kepada pemerintah kabupaten baru dari pemekaran Kabupaten Bombana. Bantuan ini berupa pemberian dana awal penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembiayaan kemasyarakatan. Jumlahnya sebesar Rp 9 Milyar rupiah, dan akan diserahkan selama dua tahun berturut-turut dimana pertahunnya digelontorkan sebesar Rp 4,5 M.

Dalam sambutannya, Tafdil mengaku pemberian rekomendasi ini diselaraskan dengan pencarian Bulan yang  baik. ” Bulan ini dirasa bulan yang bagus, yakni tepat di Bulan Ramdhan, bulan yang penuh berkah.  Saya rasa tepat di keluarkan rekomendasi, semoga apa yang kita lakukan ini mendapat berkah serta urusan yang lancar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua panitia pemekaran kabupaten kepulauan Kabaena, Hj Masyura mengatakan, Jum’at 4 Juli kemarin, merupakan hari bersejarah bagi terbentuknya kabupaten Kepulauan Kabaena. Sebab, bertepatan dengan hari kelima ramadhan itu, Bupati Bombana, H Tafdil telah memberikan rekomendasi pemekaran.

“Keluarnya rekomendasi hari ini (kemarin) tidak akan mungkin terjadi kalau tidak ada politikalwil dari Pemda dalam hal ini Bupati Bombana. Dan apa yang dilakukan Bupati Bombana itu, apalagi bertepatan dengan bulan suci ramadhan, akan mendapat pahala yang dilipatgandakan,” tutur Masyura.

Olehnya itu dengan keluarnya rekomendasi kemarin, Masyura mengajak semua elemen masyarakat Kabaena baik yang hadir ataupun tidak hadir untuk sama-sama mengawal perjuangan pemekaran tersebut. Sebab jika hanya panitia yang getol memperjuangkannya, mustahil bisa berjalan mulus.

“Jadi kami harap doa dan dukungan semua masyarakat, karena pasca keluarnya rekomendasi ini, masih ada pekerjaan lebih besar lagi bahkan level pengurusannya lebih tinggi lagi,” katanya.

Bupati Bombana H. Tafdil menambahkan rencana pemekaran kepulauan Kabaena prosesnya paling damai dan lancar. Karena kebiasaan dimana-mana pemekaran suatu daerah sering terjadi pro kontra. “Di Kabaena terlihat santai saja, semua berjalan dengan lancar dan baik. Mudah-mudahan awal yang baik untuk kelancaran seterusnya,” kata Bupati.

Tafdil mengaku, dirinya memang baru menandatangani rekomendasi calon pemekaran Kabupaten Kepulauan Kabaena. Alasannya, dia menunggu moment yang penting dan sakral. Dan setelah dipertimbangkan, moment ramadhan diambil, bertepatan dengan peringatan independen day.

Menurut Bupati, dirinya memang berkomitmen mendukung pemekaran Kabaena menjadi satu daerah otonom. Alasannya, selain rentan kendali yang begitu jauh dengan daerah induk,  koordinasi antara dirinya dengan pejabatnya juga terbilang susah.

Bahkan disaat-saat tertentu, susah untuk bertemu dan berinteraksi antara satu sama yang lain. Selain itu, jika Kabaena  mekar, daerah itu diyakini akan lebih maju, karena memiliki sumber daya manusia yang mumpuni yang tersebar mulai dari kabupaten hingga provinsi.

Dukungan lain yang tak kalah pentingnya adalah ketersedian sumber daya alam. “Semoga dengan keluarnya rekomendasi tersebut, bisa mempermudah dan mempercepat pembentukan DOB kepulauan Kabaena,” harap Bupati. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top