Connect with us

Peluru Masih Bersarang di Lutut Erli

Metro

Peluru Masih Bersarang di Lutut Erli

KENDARI, SUARAKENDARI. COM— Rumah sakit Bhayangkara Kendari hingga kini belum bisa mengangkat proyektil peluru yang bersarang di lutut kiri Erli (52), korban terkena peluru nyasar.

Erli, warga lorong Flamboyan, Kelurahan Kadia, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (28/3/2014), harus dirujuk ke rumah sakit Bahteramas Kendari. Pasalnya, dokter bedah rumah sakit Bhayangkara tidak mampu mengangkat proyektil peluru di lutut kiri korban

“ Setelah dibedah semalam, proyektil pelurunya sulit dikeluarkan karena posisi benda itu persis di belakang tempurung kaki korban. Alat rumah sakit Bhayangkara tidak memadai, makanya kami rujuk ke rumah Bahteramas,” ungkap Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana, Jumat (28/3/2014).

Namun demikian, pihaknya enggan merinci tingkat kesulitan lain yang dihadapi dokter bedah rumah untuk mengangkat proyektil peluru tersebut.
“ tehnis saya tidak bisa jelaskan, nanti tunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala rumah sakit Bhayangkara Kendari dr Yudi enggan menanggapi kasus tersebut.

“ Satu pintu penjelasannya mbak, langsung ke Kapolres saja ya. Khawatir nanti saya salah ngomong,” kata Yudi ditemui di RS Bhayangkara.
Sementara itu, salah seorang anak korban yang enggan menyebutkan namanya mengaku sangat khawatir dengan kondisi orang tuanya.

“ Kemarin operasinya ditunda sampai malam, ternyata rumah sakit tidak bisa keluarkan peluru di lutut mamaku. Kakinya mamaku tambah bengkak itu, jangan sampai dia tidak bisa jalan nanti,” jelasnya sedih.
Selain itu, keluarga korban berharap agar pihak kepolisian mengungkap pelaku penembakan.
“ Semoga pelurunya cepat diangkat dan polisi bisa menemukan orang yang mengeluarkan tembakan, jangan sampai kasus ini seperti kejadian di Makkasar. Banyak kasus peluru nyasar, tetapi pelakunya belum ketahuan sampai sekarang,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Erli terkena peluru nyasar di lutut bagian kiri saat ia tengah tertidur. “Sekitar pukul 2.30 tadi malam sementara tidur, tiba-tiba saya rasa sakit di lutut kiri. Kemudian, keluar darah banyak, saya teriak panggil anak saya yang sementara tidur di kamarnya masing-masing,” tuturnya.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top