Connect with us

Pelaku Pembunuhan di Boulevard Ditangkap Polisi

Hukum & Kriminal

Pelaku Pembunuhan di Boulevard Ditangkap Polisi

Habisi Korban Pakai Per Mobil Lalu Dimasukkan ke Karung

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Petugas Reserse dan Kriminal Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) membekuk pelaku pembunuh Bahar (32), warga Kelurahan Tanjonga, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang mayatnya ditemukan di rawa-rawa jalan Boulevard, Kecamatan Poasia Kendari, Minggu (12/10/2014). Saat itu, korban terbungkus dalam sebuah karung dan ditemukan mengapung oleh warga yang tengah memancing.

Pelaku yang berprofesi sebagai pemulung bernama Alam Daeng Majid (42) warga Jalan Simbo, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga Kendari. Pelaku sendiri adalah kelahiran Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Petugas kepolisian menangkap Alam Daeng Majid di rumahnya tanpa ada perlawanan. Selanjutnya pelaku digiring ke polres Kendari.

“Pelaku dibekuk tim gabungan polres Kendari dan Polda Sultra pada pukul 19.00 wita kemarin, di kediamananya. Hal itu dilakukan, setelah petugas polisi melakukan penyelidikan secara mendalam atas kasus tersebut,” kata Kapolres Kendari AKBP, Anjar Wicaksana di Mapolres Kendari, Jumat (31/10/2014).

Dikatakan Anjar, selain menangkap pelaku, tim petugas gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti berupa gerobak dorong, per mobil yang digunakan tersangka untuk menghabis nyawa korban serta sebuah batu.

“ Tersangka dijerat pasal 340 subsider 338 dengan ancaman hukuman mati. Dia adalah pelaku tunggal, namun kita masih menunggu kedatangan dua saksi yang merupakan tetangga korban yang ditangkap di Makassar,” tambah Anjar.
Di tempat yang sama, Alam Daeng Majid mengakui perbuatanya lantaran khawatir korban akan membunuhnya terlebih dahulu. Karena ia telah menuduh korban mencuri ayam tetangganya bernama Pardianto.

“ Awalnya pak pardianto tetanggaku kehilangan ayam, saya menduga Bahar yang curi. Sebab, seringkali kita kecuriang dan tetangga menduga dia pelakunya, nah istri Pardianto memberitahu saya bahwa Bahar berencana akan bunuh saya,” tutur  Alam.

Malam sebelum kejadian, kata Alam, Bahar mendatangi rumahnya dan mengajaknya untuk pesta miras. Setelah korban terlihat mabuk, ia langsung menghantam kepala korban dengan per mobil tepat di kepalanya.“ Sebenarnya saya tidak mau buka pintu, tapi dia minta tolong mau tidur di rumahku. Dia bawa miras dan kita minum sama-sama dengan asis dan riski tetanggaku, setelah itu saya langsung hantam kepalanya pakai per ini sampai dia pingsan,” jelasnya.

Kemudian, pelaku dibantu dua orang tetangganya memasukkan korban ke dalam karung dan diikat. Selanjutnya Alam membawa korban dengan gerobak menuju ke rawa-rawa jalan Boulevard, Kendari, dan korban ditenggelamkan dengan menggunakan batu sebagai pemberat.

Sebelumnya diberitakan, tiga warga Kelurahan Poasia menemukan sesosok mayat pria dalam karung di rawa-rawa belakang kantor Polda Sultra, saat mereka memancing pada Minggu (12/10/2014).

Mereka mengira bungkusan dalam karung itu adalah pocong. Lantaran penasaran Arif mengambil kayu panjang kemudian mengait karung yang berada di dekat tempat mereka memancing. Ia kemudian mengambil pisau dan mengiris karung tersebut.
“saya iris sedikit di bagian atas, tetapi saya sudah curiga ini pasti mayat. Saya goyangkan karung dan keluar air warna merah,” ujar Arif  kala itu. kiki

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top