Connect with us

Pelaku Pembuangan Bayi di Mowewe Seorang Siswi SMK

Uncategorized

Pelaku Pembuangan Bayi di Mowewe Seorang Siswi SMK

KOLAKA TIMUR, SUARAKENDARI.COM-Misteri penemuan bayi laki-laki yang berbobot 2000 gram beberapa hari lalu di Kecamatan Mowewe terkuak. Pelakunya adalh sepasang kekasih yang berdomisili di dua desa yang berbeda di Kolaka Timur. Bahkan dalam kasusu ini juga terkuak kalau satu dari dua pelaku itu masih berusia 17 tahun yang tercatat sebagai salah satu siswi yang ada di SMK Negeri di Kolaka Timur.

Info yang diterima suarakendari.com, dua tersangka itu adalah Abd Rahim (20) dan Fat (17). Abd Rahim merupakan seorang pengangguran dan tinggal didesa Penanggo, Lambandia. Sementara Fat berstatus siswi SMKN dan berdomisili didesa Tawa-Tawaro, Tinondo.

Menurut Kabag Humas Polres Kolaka, AKP Nazaruddin, kini tersangka Abd Rahim tengah berada di sel Polsek Mowewe, sementara Fat tengan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lambandia. “Dua orang tersangkanya, satu sudah di sel dan satu lagi sementara dirawat. Alasannya bisa dirawat di Puskesmas saya belum tahu. Tapi kasus ini terus dikembangkan apakah ada tersangka lain atau tidak,” katanya, Jumat (21/02/2014).

AKP Nazaruddin juga menjelaskan bahwa sebenarnya pihak Kepolisian ingin menggali informasi lebih jauh dari kedua tersangka, namun salah satu dari mereka tengah mendapatkan perawatan medis. “Sebenarnya kita masih butuh keterangan lebih, tapi satu tersangka masih dirawat. Jadi bisa saja kalau mau menunggu kondisinya membaik,” tambahnya.

Dilain tempat dokter yang bertugas di Puskesmas Lambandia menjelaskan kondisi Fat ketika dilarikan ke Puskesmas. “Kondisi ketika dibawa ke Puskesmas memang anak ini loyo sekali. Kami menduga dia kehilangan banyak darah waktu proses melahirkan. Sebab katanya saat melahirkan itu anak ini sangat berani tanpa didampingi tim medis maupun dukun. Jadi prosesnya berbahaya. Anak ini sangat kekurangan sel darah merah,” kata dr Agus Junaidi.

dr Agus Junaidi juga menjelaskan bahwa terdapat gumpalan darah kotor dikandungan anak ini. “Bisa saja alat yang dia gunakan tidak steril dari bakteri, seperti guntung untuk memotong ari-ari. Yang jelasnya kondisi fisik sangat lemah. Butuh waktu satu minggu untun menunggu anak ini kembali sehat, itu perkiraan kami,” tambahnya.

“Selain itu masih ada lagi sejumlah sebabnya. Kami tetap memberikan perawatan medis sebaik mungkin. Kalau nekat memang dia nekat sekali. Karena melahirkan tidak didampingi sama siapa pun. Katanya dia melahirkan didalam kamar kostnya,” tegas dr Agus Junaidi.

Secara terpisah, dr.Agus Junaidi yang dihubungi melalui telefon seluler menjelaskan bahwa pasiennya yang bernama Fatimah mengalami penurunan daya tahan tubuh. dr.Agus juga menjelaskan bahwa pasien ini mengalami kekurangan sel darah merah yang disebabkan pendarahan luar biasa. “Jadi memang anak ini melakukan proses melahirkan dengan cara yang manual, tanpa bantuan tenaga medis maupun dukun. Katanya hal itu dilakukan didalam kamar kontrakannya,” jelas dr.Agus Junaidi.

Perbuatan abd Rahim dan Fat ini memang membuat gempar Kecamatan Mowewe beberapa hari yang lalu. Bayi dari hubungan gelap mereka ditaruh dalam sebuah kardus bertuliskan “barang berharga” dan dibuang didalam semak-semak. Saat ditemukan oleh warga sekitar Kelurahaan Inebenggi, sontak saja kabar ini menyebar dan membuat ramai satu kampung. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top