Connect with us

Pedagang Gugat Pemkot Kendari

Metro

Pedagang Gugat Pemkot Kendari

 

KENDARI, Suara Kendari – Perseteruan antara pemerintah Kota kendari dan para pedagang pasar sentral kota, pemilik kios ex Bank Bumi Daya (BBD) (yang mengklaim berstatus hak milik tersebut) berlanjut ke meja hijau.

Sebelumnya pihak pemilik kios telah melakukan mediasi dengan pemerintah kota kendari, sekiranya dapat dibuatkan kesepakatan ganti rugi, akan tetapi tidak menemui jalan terang hingga sekarang.

Masalah tersebut bermula pada oktober 2009, Walikota Kendari yang di komandoi oleh Asrun melakukan pembongkaran bangunan 26 kios milik 12 pedagang Pasar Sentral Kota, Ex BBD yang berjumlah kurang lebih 108 unit, tanpa persetujuan dari pemilik bangunan yang di klaim pedagang berstautus Hak milik.

H.Muhammad yahya Tan, Warga Kelurahan kasilampe kecamatan Kendari, meupakan salah seorang pemilk kios, menjelaskan bahwa dalam pasar sentral kota tersebut terdapat tiga macam bangunan, bangunan kios Ex BBD jumlahnya kurang lebih 108 unit statusnya menjadi hak milik, bangunan kios swadaya kurang lebih 158 unit, dan bangunan inpres 350 unit.

“Kios tersebut kami peroleh dengan cara membeli dari pemerintah daerah Tingkat II Kendari pada Tahun 1970 an, dan tahun 1980 an, yang di bayar melalui Bank BUmi Daya,” Ujar yahya pada Media ini, Rabu (12/2).

Melaui ketua Tim kuasa Hukum dari para pedagang, Suhardi SH, menegaskan usai mejalani sidang dengan agenda pembacaan gugatan, bahwa upaya pembongkaran yang dilakukan oleh pemerintah Asrun adalah tanpa dasar hukum yang jelas dan terkesan sewenang – wenang, olehnya pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Wali kota, segera memberiakn ganti rugi kepada para pemilik Kios yang sah.

“Dalam surat gugatan yang di tujukan ke Pengadilan Negari Kelas I kendari, nomor 91 / Pdt 6/2013/PN.KDI tertanggal 2 Desember 2013, menunut Pemerintah kota kendari agar pasar sentral yang baru di bangun dan hampir selesai,pasca pembongkaran, agar pemilik Kios Ex BBd di beri konpensasi unit bangunan sesuai dengan luas bangunan lama milik mereka,” Ujar Suhardi.

Saat ini pihak pedagang pasar Pasar Sentral kota masih menunggu, jawaban dari Pemerintah Kota Kendari, pada sidang lanjutan kasus perdata tersebut, pekan depan. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top