Connect with us

PDAM Bombana Bangkrut?

Uncategorized

PDAM Bombana Bangkrut?

Lima Bulan bekerja, Karyawan Tidak disantuni Gaji

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Tata pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bombana sungguh “misterius”. Sekedar membayar gaji untuk karyawan saja, instansi yang dipimpin Ridwan S.Sos ini terkesan tidak mampu.

Ini terbukti, sekitar 40 karyawan PDAM Bombana jeritkan gaji yang tak kunjung dikucurkan. “Sudah lima bulan kami kami bekerja ditahun ini, namun gaji belum juga dibayarkan,” keluh salah seorang pegawai PDAM Bombana.

Kondisi ini, menimbulkan sejumlah tanya akan sistem pengelolaan keuangan di tubuh PDAM Bombana. Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kudeta, Andi Mashab mengaku prihatin dengan kondisi 40-an karyawan PDAM yang belum terima gaji.

“Kalau karyawan tidak diberi gaji, lalu dikemanakan iuran pelanggan yang tiap bulan ditagih itu,” ketus Mashab.

Dirinya mencurigai ada yang tidak beres pada perusahan yang mengairi air di wilayah Rumbia ibukota Kabupaten Bombana ini.

Kepada wartawan, Direktur tehknis PDAM Bombana, Lasida mengakui gaji yang belum dibayarkan tersebut. Namun dirinya membatah, bila keterlambatan itu dirata-ratakan selama lima bulan. “Gaji karyawan yang belum dibayarkan Itu berveriasi, mulai dua hingga tiga bulan yang belum dibayarkan,” jawabnya.

Salah satu peyebabnya, sambung La Sida karena PDAM kelebihan karyawan. Kondisi ini diperparah dengan jumlah pelanggan yang terus berkurang.

Dijelaskan, jumlah pelanggan PDAM di Bombana cuma berkisar 2.000. Jika berpatokan pada Permendagri, normalnya ratio 1 karyawan itu berbanding 100 pelanggan. “Jadi kalau 48 karyawan saat ini, semestinya jumlah pelanggan 4.800 orang. Tapi kenyataannya kita cuma 2.000,” pungkas La Sida.

Meski begitu, Namun La Sida tak mau disalahkan bila PDAM Bombana memiliki jumlah karyawan melebihi angka ratio tersebut. Alasannya, karena rentan kendali wilayah yang luas, sehingga PDAM Bombana butuh banyak tenaga.

Terpisah, Ketua DPRD Bombana, Andhy Ardian SH mengaku prihatin dengan karyawan PDAM yang belum dibayarkan gajinya. Menurutnya, tidak ada alasan bagi jajaran direksi untuk tidak membayar tunggakan gaji karyawannya. Sebab selain tenaga mereka sudah digunakan, Kata Andhy Ardian, dewan telah memporsikan anggaran operasional PDAM itu berkisar 800 juta setiap APBD.

“Apapun itu, karyawan yang sudah digunakan tenaganya itu, wajib dibayarkan. Kasian mereka bila sudah bekerja lalu tidak dibayarkan. Pimpinan di instansi ini wajib bertanggung jawab,” ungkapnya. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top