Connect with us

Pasien Penderita Gizi Buruk Diberi Perawatan Ekstra

Metro

Pasien Penderita Gizi Buruk Diberi Perawatan Ekstra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Lima hari sudah Fatma (6 Bln), bayi penderita gizi buruk dirawat di RS Abunawas. Pihak rumah sakit Abunawas langsung menangani pasien dengan pemberian susu yang disediakan instalasi gizi rumah sakit umum daerah Abunawas.

Menurut Direktur RSUD Abunawas Asrida Mukaddim, sejak di tangani 2 hari yang lalu belum ada perubahan yang berarti pada Fatma, namun sudah terlihat perubahan diraut wajah bayi 6 bulan itu.

“Memang berat badannya belum naik,kita berdoa mudah-mudahan naik, tapi mukanya sudah mulai cerah walaupun belum 100%, namanya juga masuk dengan gizi buruk dan disertai dengan penyakit dan sekarang sudah di interfensi rumah sakit dengan pemberian antibiotika dan susu” Jelasnya.

Asrida menuturkan jika berjalan sesuai rencana, biasanya penanganan pasien gizi buruk bisa terlihat setelah 2 minggu ditangani.

Pihak rumah sakit mengaku akan terus melakukan penanganan hingga pasien pulih. Untuk biaya pengobatan kata Asrida, sepenuhnya menjadi tanggungan BPJS kesehatan karena orang tua pasien merupakan pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN)

Kalaupun ada penggunaan obat paten yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan akan menjadi tanggungan pihak rumah sakit.

“Tadi saya dengar ada obat paten yang digunakan karena dia alergi terhadap obat generic yang ada di formularium nasional, tapi saya bilang tidak bisa dikasi bayar, nanti kita gratiskan dengan pemberian obat paten karena hanya itu yang cocok” tambahnya.

Selain penanganan gizi buruk, pihak dokter yang mengani juga terus memantau kondisi kesehatan Fatma termasuk mendiagnosa kemungkinan munculnya penyakit lain.

Anak berusia 6 bulan ini awalnya lahir dengan berat bedan 3,4 kg, bahkan beberapa bulan setelah itu berat badannya naik menjadi 3,8 Kg, namun diusia 4 bulan berat Fatma turun menjadi 3,2 Kg dan terus bertahan hingga dirawat di rumah sakit.

Menurut Orang tua Fatma, Mia, sejak lahir Ia rutin memeriksakan anaknya ke posyandu, namun tidak pernah ada pemberitahuan jika anaknya menderita gizi buruk.”saya rajin memeriksakannya keposyandu setiap bulan namun tidak ada pemberitahuan dari petugas posyandu kalau anak saya menderita gizi buruk”akunya.ALIN

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top