Connect with us

Pasca Bentrok Berdarah di Asrama TNI, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Metro

Pasca Bentrok Berdarah di Asrama TNI, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Polres Kendari menahan Ardi (21) anak oknum TNI yang terlibat bentrokan di sekitar asrama Kodim 1417/ Haluoleo Kendari, Kamis (5/6/2014) malam. Ardi dinyatakan sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan hilangnya  nyawa Erwin (32), warga Jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari.

Dihadapan penyidik Reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Kendari, Ardi didampingi ibunya menuturkan, spontan menebas korban setelah melihat bapaknya dikeroyok korban dan saudaranya.

“ Saya dalam rumah sementara nonton tv, dengar ribut-ribut di kiosku. Saya liat bapakku dikeroyok orang, kemudian saya masuk ambil parang dan langsung layangkan ke leher seseorang yang pukul bapakku,” katanya di hadapan penyidik Polres Kendari, Jumat (6/6/2014).

Ia tidak menyangka jika parang yang dihunus akan menewaskan korban. “ Saat itu saya hanya membela bapakku, karena mereka sudah mengeroyok orang tuaku,” jelasnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kendari, AKP Agung Basuki mengatakan, kedua belah pihak sudah sering cekcok, khusus menyangkut lahan kios yang dibangun orang tua tersangka.

“Pengakuan ibu pelaku, memang mereka sering cekcok dengan keluarga korban terkait tanah mereka tempati. Nah malam itu, kakak korban (Iwan) menanyakan tanahnya yang dibangunkan kios, tak terima ditanyai Rusdi langsung emosi dan menyerang korban dan saudaranya dengan sebilah badik,” terang Agung.

Dalam insiden itu, tak hanya Erwin yang menjadi korban, dua orang lainya yakni Armon Tomori alias Imon (32) mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri. Sedangkan Iwan kakak korban terkena tusukan di lengan dan pinggang.

“ Imon agak kritis dan harus dirujuk ke rumah sakit Bahteramas Kendari. Ia terkena tusukan badik dari kopka Rusdi,” jelasnya.

“ pelaku dijerat pasal 338 KUHP karena telah menghilangkan nyawa seseorang, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” kata Agung.

Sementara itu, salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namannya mengungkapkan, korban mencoba menanyakan tanahnya yang diklaim oleh pihak Kodim 1417/ Ho Kendari. Karena beberapa tanah yang ditempati sebagai asrama kodim masih dipinjam pakai oleh keluarga korban.

“ Malam itu Iwan mencoba menanyakan ke pak Rusdi kenapa ada penjagaan oleh beberapa anggota TNI di sekitar tanah yang dibangunkan kios, namun tak terima dia emosi dan menikam namun Iwan menghindar. Kemudian datang Erwin dan Imon, dan saat bersamaan anaknya Rusdi keluar dengan membawa parang dan menebas leher korban,” tuturnya.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top