Parah, Air PDAM Kendari Mengalir Hanya Sekali dalam 9 Hari

0

-Layanan Air Bersih PDAM Kendari DIkeluhkan Warga

SUARAKENDARI.COM-Problem layanan air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Kendari terus menjadi keluhan warga Kota Kendari. Warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara misalnya, mengeluhkan layanan distribusi air bersih yang tidak kunjung membaik di wilayah itu.

“Air mengalir di kompleks kami ini hanya lima hari sekali. Ini menjadi permasalahan yang kami hadapi saat ini,” kata warga Mandonga Aris Hamzah dalam dialog dengan anggota DPRD Sultra Adriatma Dwi Putra (ADP), Senin malam.

Keluhan yang sama diutarakan Alimuddin warga Mandonga yang mengaku saat ini air mengalir hanya sekali dalam sembilan hari.

“Sebelum pemilihan legislatif saat itu, air mengalir dua kali sehari, sekarang air megalir sembilan hari sekali. Ini tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Alimuddin.

Menanggapi keluhan tersebut, Adriatma mengaku kalau masalah air bersih saat ini menjadi masalah krusial di Kota Kendari karena debit air menurun akibat musim kemarau.

“Berdasarkan informasi dari pemerintah Kota Kendari, selain debit air yang turun, ditambah lagi tingkat kehilangan air dalam proses distribusi masih tinggi,” kata legislator PAN di DPRD Sultra dapil Kendari ini.

Adriatma berjanji semua keluhan itu akan dibicarakan di DPRD Sultra kemudian akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kendari terkait upaya mengatasi keluhan warga mengenai layanan air bersih itu.

“Kami juga akan berkoordinasi bersama Pemkot Kendari untuk mencari sumber-sumber mata air untuk menambah pasokan debit air guna melayani warga Kota Kendari,” kata Adriatma dihadapan sekitar 200 warga tersebut.

Hadir dalam reses tersebut Camat Mandonga dan enam lurah di wilayah Kecamatan Mandonga yakni Kelurahan Korumba, Kelurahan Mandonga, Kelurahan Anggilowi, Kelurahan Alolama, Kelurahan Lalodati dan Kelurahan Labibia.ANT/SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.