Para Raja Usulkan Pembentukan Lembaga Adat Nasional

SUARAKENDARI.COM-Usulan pembentukan lembaga adat Nasional/Regional ASEAN sebagai wadah komunikasi para raja dan sultan atau berinterkasi sosial menjadi topik hangat pertemuan para raja dan Sultan peserta Festival Keraton Nusantara dan Masyawarah Masyarakat Adat ASEAN di Kendari.

Ini dipandang penting mengingat Keberadaan lembaga adat Nasional atau Regional ASEAN sangat strategis dan dibutuhkan dalam rangka memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di tingkat nasional maupun regional ASEAN.

“Kelak jika lembaga adat Nasional/Regional ASEAN terbebtuk maka para raja dan sultan yang ada di Nusantara maupun di kawasan ASEAN akan lebih mudah saling berkomunikasi,”harap Taufik Hidayat, raja dari Provinsi Lampung pada Seminar Budaya Internasional di Kendari.

Selama ini Pemerintah Indonesia sendiri selalu menganggap penting keberadaan raja-raja dan sultan bersama masyarakat adatnya di setiap daerah. Namun Ketika raja-raja dan sultan memperjuangkan hak-hak masyarakat adatnya, pemerintah sering kali mengabaikan hak-hak masyarakat adat.

Nantinta keberadaan lembaga adat Nasional atau Regional Asean sangat dibutuhkan terutama memediasi kepentingan masyarakat adat dengan pemerintah. Dengan begitu, raja-raja atau sultan yang berperan penting dalam menjaga, memelihara dan melestarikan adat istiadat dan budaya, tetap tekun menjalankan tugasnya dengan baik.

Usulan Taufik mendapat tanggapan positif salah satu pemateri seminar, Dr KPH Edy Wirabhumi, SH MH asal Keraton Surakarta Hadiningrat mengatakan sangat setuju dengan pembentukan lembaga adat Nasional dan Regional ASEAN.

Menurutnya, pejabat negara hanya berkuasa lima sampai sepuluh tahun, sedangkan raja atau sultan berkuasa sepanjang hayat. Oleh karena itu keberadaan lembaga adat menjadi sangat strategis dan sangat dibutuhkan dalam rangka memelihara, menjaga dan melestarikan budaya maupun memproteksi masuknya pengaruh-pengaruh asing di dalam masyarakat adat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai adat atau norma adat.

Sementara itu, Sri Hartini (Direktur Kepercayaan dan Tradisi Ditjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan JS George Lantu (Direktur Kerja Sama Regional Asean Kementerian Luar Negeri), berjanji akan mendorong pembentukan lembaga adat nasional dan regional Asean tersebut. AN/SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *