Connect with us

Panwaslu Tuding KPUD Bombana Terlibat

Hukum & Kriminal

Panwaslu Tuding KPUD Bombana Terlibat

BOMBANA-Temuan atas kasus Dugaan penggelembungan daftar pemilih tambahan khusus, di Desa Rau Rau Kecamatan Roarowatu Kabupaten Bombana, mencoreng muka KPUD Bombana secara institusi

Apalagi, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bombana mencium ada aroma keterlibatan oknum KPUD dalam persoalan ini. “Saya menduga, bisa jadi ada oknum KPUD yang coba bermain-main. Dilakukan secara sistematis dengan menggunakan tangan PPK (Panitia Pemungutan Kecamatan),” ungkap Laode Rahmat Apiti, anggota Panwaslu Bombana.

Tidak cuma KPUD yang jadi intaian Panwas,  namun aparat pemerintah hingga oknum caleg jadi sasaran kecurigaan. “Modus ini bisa jadi seperti segi tiga berantai. Bisa bermula dari oknum KPUD, oknum Pemerintah camat maupun Kepala Desa, hingga oknum caleg tertentu,” ujar Rahmat.

Asumsi itu kata Rahmat, karena pelaku dijalankan oleh ranting KPUD yakni oknum PPK. Lalu menggunakan alat keterangan domisili  yang lengkap ditanda tangani oleh camat dan kepala desa setempat.

Terjadi pula pemaksaan agar masuk dalam rekapan daftar pemilih tambahan, padahal upaya itu diketahui menabrak aturan. “Saya curiga ini karena desakan atau upaya untuk memuluskan kepentingan caleg tertentu,” ujar rahmat.

Panwaslu kata alumnus UGM ini akan terus mengejar kasus ini dan bersedia memanggil siapapun untuk dimintai keterangannya. “Kami masih dalami kasus ini. Belum bisa menunjuk hidung siapa dibalik ini, tunggu hasil, periksaan nantinya,” tukasnya.

Kasus ini bergulir setelah oknum PPK Rumbia dan Rumbia Tengah ditengarai mengintervensi Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Desa Rau Rau yang nota bene bukan wilayah kerjanya, untuk memasukan 102 warga baru jadi pemilih tambahan. Padahal diduga warga tersebut para penambang, yang baru berdomisili sekitar bulan lalu (Februari 2014) (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top