Connect with us

Panwaslu Nilai Kualitas Pileg di Bombana Sangat Rendah

Hukum & Kriminal

Panwaslu Nilai Kualitas Pileg di Bombana Sangat Rendah

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Panwaslu Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara menilai kualitas pemilu legislatif (Pileg) yang dihelat 9 April 2014 diwilayah Bombana paling rendah alias sangat buruk.

Penilaian di simak mulai dari tahapan rekruitmen daftar calon pemilih hingga tahapan pencoblosan dan perhitungan diwarnai sejumlah pelanggaran pemilu

Anggota Panwaslu Bombana Laode Rahmat Apiti mengatakan secara kuantitas, KPUD Bombana laksanakan tahapan pemilu, namun secara kualitas Demokrasi, pemilu jauh dari harapan.

“Banyak pelanggaran yang mewarnai tahapan pileg kali ini. Rekomendasi panwaslu berkali-kali kami layangkan.
Bahkan di hari H itu, ada formulir C1 di Kecamatan Lantari jaya tidak disalurkan. Padahal formulir itu merupakan jantung perhitungan suara,” tutur Rahmat

Tidak cuma itu, pola rekruitmen terhadap KPPS, PPS, hingga PPK sebagai petugas lapangan pemilu, dinilai sumber petaka pemilu. “Banyak kesalahan itu bersumber dari kurangnya Sumber daya Manusia untuk penyelenggara tingkat bawah,” tutur Rahmat.

Alumni Universitas UGM ini ragukan bimbingan teknis (Bintek) pihak KPUD Bombana terhadap petugas lapangan yang dinilai asal jadi, alias minim pemahaman dan pengetahuan.

“Untuk tingkat penjumlahan saja banyak yang salah. Banyak kotak suara terpaksa dibuka. Hasilnya, itu tidak sedikit terjadi pergeseran angka. Tak cuma itu, Sejumlah mekanisme pemilu dilanggar begitu saja,” tutur Rahmat.

Dirinya mencontohkan, sulitnya sejumlah saksi parpol untuk meminta rekapan C1. Bahkan kata Rahmat tidak sedikit C1 diberikan kepada sejumlah saksi, namun rekapan itu bermalam terlebih dahulu.

“Beragam pelanggaran ini yang mengindikasikan kualitas demokrasi pada pileg kali ini di wilayah Bombana sangat rendah sekali,” tukas Rahmat yang juga ketua pelaksana KNPI Bombana ini (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top