Connect with us

Panwaslu Konsel Diduga Sengaja Tutup Kasus Pelanggaran Pemilu Bupati Konsel

Hukum & Kriminal

Panwaslu Konsel Diduga Sengaja Tutup Kasus Pelanggaran Pemilu Bupati Konsel

 

KONSEL, SUARAKENDARI.COM-Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu yang dilakukan Bupati dan Wakil Ketua DPRD Konsel dalam acara penyerahan Motor Dinas Kepala Desa se-Konsel di Aula Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) tanggal 3 – 4 april lalu di duga sengaja di tutup Panwaslu Konsel

Pasalnya, tanggal 15/4 kemarin, kasus tersebut di Pleno komisioner Panwas hanya di Hadiri dua anggota Komisioner yakni Ketua Nurdin Karim dan kepala divisi penanganan dan penindakan pelanggaran Pemilu Ruslan Munier sementara kepala Divisi pengawasan Waode deli tidak menghadiri pleno tersebut.

Kepala Divisi Penanganan pelanggaran Pemilu Ruslan Munier saat di konfirmasi (16/4) mengungkapkan bahwa terkait kasus dugaan kampanye terselubung yang dilakukan Bupati dan Wakil Ketua DPRD Konsel kami sudah pleno dan gelar kasus bersama Tim Gakumdu yang hasilnya kasus tersebut tidak bisa di limpahkan untuk tahapan selanjutnya karena tidak memenuhi unsur formil dan materil. “Kami sudah klarifikasi terlapor yaitu Irham Kalenggo dan kepala BPMD dimana rangkaian acara tersebut dilakukan di dinas setempat dan anggarannya memakai dana ADD,”ungkap Munier.

Lanjut Munier, bahwa, kasus tersebut kami tidak limpahkan ke-kepolisian karena berdasarkan hasil gelar kasus yang panwas lakukan bersama Tim Gakumdu tidak dapat dilanjutkan. Dan ini juga atas pertimbangan dan arahan Tim Gakumdu berdasarkan hasil gelar kasus kami bersama Tim Gakumdu usai mendengarkan Rekaman papar Munier saat dikonfirmasi (16/4) kemarin di kantornya

Hal senada di ungkapkan kepala Divisi pengawasan Panwaslu konsel waode deli bahwa terkait dugaan pelanggaran pemilu Bupati dan Wakil ketua DPRD Konsel kami tidak tindaklanjutkan ketahapan selanjutnya karena terlapor bupati Imran tidak dalam posisi sebagai orang dari Partai Politik ataupun sebagai Juru Kampanye dan peserta pemilu melainkan kapasitasnya sebagai pejabat,” papar Deli.

Sementara terlapor kedua Wakil Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo yang di konfirmasi dikediamannya (16/4) kemarin mengungkapkan bahwa terkait terlapornya di Panwaslu Konsel bersama Bupati berdasarkan isi pidato yang di yang di rekam Pelapor itu benar dan saya sudah baca transkripnya, dan kapasitas saya dan Imran dalam acara itu sebagai wakil Ketua DPRD dan Imran Sebagai Bupati karena acara Dinas ungkapnya saat di konfirmasi

Menanggapi hal tersebut Direktur PUSPAHAM Sultra Saifin bahwa terkait hasil Pleno Panwaslu Konsel yang menutup Kasus tersebut dengan alasan tidak memenuhi unsur formal dan materil adalah suatu kajian yang salah dan sesat. “Berdasarkan analisa dan kajian kami baik syarat Formal dan materil kasus ini layak untuk di tindak lajuti ketahap penyidikan dan disidangkan, begitupula alat Bukti yang ada, imbuhnya

Lanjut Saifin, Bupati Konsel dilaporkan bukan karena dia sebagai orang Parpol atau Jurkam tetapi terkait kapasitasnya sebagai bupati yang diduga telah menggunakan jabatannya, menggunakan fasilitas negara,dugaan Money Politik, izin cuti dan larangan kampanye bagi pejabat negara dalam rangkaian acara penyerahan motor dinas kepala desa se-konsel yang terindikasi telah terjadi pelanggaran pemilu yang masif dengan Modus mengarahkan para kepala desa untuk memilih Caleg tertentu yaitu Istrinya sendiri Hj. Suriani,Irham Kalenggo dan Endang Pertiwi selain itu ada tekanan untuk tidak memilih Caleg-Caleg yang bermodalkan sarung dan Amplop serta memberikan Janji kepada Seluruh kepala Desa untuk diberikan Pesangon selain itu ada tekanan bahwa apabilah tidak dipahami saya tidak kasih motor kata Imran sebagaimana isi rekaman dan kejadian saat acara tersebut jelasnya saat di Konfirmasi diruang kerjanya (16/4) kemarin.KM/YS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top