Connect with us

Panwaslu Curigai Ketua KPUD Bombana Intervensi KPPS.

Uncategorized

Panwaslu Curigai Ketua KPUD Bombana Intervensi KPPS.

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM- Ketua KPUD Bombana Batmang dicurigai lakukan intervensi kepada sejumlah KPPS di Desa Waeputang, Kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara

Batmang ditengarai memasuki sejumlah wilayah TPS di Desa Waeputang, tanpa alasan yang jelas. Tindakan ini dinilai menyalahi aturan hingga dituding mengintervensi kinerja KPPS.

Laode Rahmat Apiti, anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, menyayangkan sikap Ketua KPUD Bombana tersebut. “Itu tidak boleh, sebab di area TPS itu wilayah kewenangan KPPS. Jika ada ketua KPUD disitu, sama halnya mengintervensi. Apalagi hingga memasuki ruang bilik disana,” terangnya.

Rahmat mengaku memiliki sejumlah data terkait tindakan ketua KPUD tersebut. “Anggota panwascam kami memiliki data dan sempat mengambil gambar disana. Diantaranya itu, memasuki TPS 1 dan 3 di Desa Waeputang,” ungkap Rahmat.

Batmang diintai sebab ketua KPUD ini, mempunyai saudara yang
Caleg di wilayah tugas monitoringnya, di Dapil II Poleang.

“Kami masih telusuri jangan sampai, kedatangan Ketua KPUD disana, punya kaitan pencalegkan saudaranya (atas nama Anwar dari partai Hanura). Sebab Ketua KPUD begitu ngotot, hingga memasuki Lokasi kewenangan KPPS disana,” tandas Rahmat

Sementara itu, Batmang Ketua KPUD Bombana membantah tudingan Panwas tersebut. “Itu tidak benar, saya kesana cuma menjalankan tugas monitoring. Kebetulan tempat tugas saya berada diwilayah Poleang. Jadi tidak ada hubungannya dengan pencalegkan saudara saya,” tegasnya.

Mantan dosen Muhamadiyah ini menjelaskan masuk dirinya ke TPS sebatas meluruskan. “Ada beberapa panitia TPS disana (waeputang) keliru menjalankan teknis dilapangan. Melihat kondisi itu, makanya saya masuk dan menjelaskan aturan sebenarnya sesuai juknis yang ada,” tuturnya.

Batmang membatah bila tindakannya itu dikait-kaitkan dengan pencalegkan saudaranya. “Itu berlebihan, toh suara adik saya di tempat yang saya masuki itu cuma dua. Jujur, saya kesana itu cuma meluruskan. Apa harus saya biarkan begitu saja bila melihat ada yang salah dilapangan,” tanyanya

Batmang jelaskan ada beberapa posisi hingga mekanisme teknis yang keliru saat hari pencoblosan. “Disana itu ada yang tertukar deretan kotan suara, ada hansip yang menuntun masuk ke TPS. Ini tidak boleh, mestinya hansip itu cukup menjaga diluar. Jejeran Kotak Suara juga itu harus berderet, mulai DPR, DPD, DPRD provinsi hingga Kabupaten. Saya masuk untuk luruskan itu lalu keluar,” jelas Batmang. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top