Connect with us

Panwaslu Bombana Endus Modus Penggelebungan Daftar pemilih

Hukum & Kriminal

Panwaslu Bombana Endus Modus Penggelebungan Daftar pemilih

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggra, temukan pelanggaran pemilu lewat penggelembungan daftar pemilih tambahan.

Sedikitnya terdapat 102 warga baru di Desa Rau Rau Kecamatan Rarowatu dipaksakan masuk jadi daftar pemilih khusus, Selasa Malam (25/3) sekitar pukul 23.00 wita

Laode Rahmat Apiti, anggota Panwaslu Bombana mengatakan pemaksaan itu adalah pelanggaran, terlebih jika warga yang dipaksakan tersebut adalah penambang liar (penambang emas illegal) yang kerap keluar masuk atau berdomisil, baru bulan lalu (Februari 2014) di Desa Rau rau.

“Ini jelas jelas melanggar. Yang dibolehkan itu, kecuali menetap minimalnya enam bulan. Tapi amatan bukan tertuju disitu saja, tapi terkuaknya modus baru bahwa, ada upaya mobilisasi penggelembungan daftar pemilih khusus yang patut diwaspadai ,” ujarnya di Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana Kamis (27/3)

Parahnya lagi Kata Rahmat, pelakunya adalah oknum ditubuh KPUD Bombana. “Ada oknum Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) yakni Dua oknum dari PPK Rumbia, dan satu dari PPK Rumbia tengah, mencoba intervensi  Petugas Pemungutan Suara (PPS)  Desa Rau Rau yang nota bene bukan wilayah kerjanya, untuk memasukan 102 warga baru jadi,” jelasnya.

Modus intervensinya lanjut Rahmat, berbekal surat keterangan berdomisili, lengkap ditanda tangani oleh kepala desa dan camat setempat.

“Oknum itu datang dengan surat keterangan domisili. Namun anehnya, selain waktu buatnya baru bulan Februari lalu. Juga model keterangan domisilinya dibuat kolektif. Apa bisa keterangan identitas seseorang dibuat kolektif begitu,” herannya.

Ia   menegaskan pihaknya siap memproses temuan tersebut, serta mencari siapa dalangnya dibalik upaya penggelembungan ini. “Kami siap mencari tahu siapa saja terlibat dibalik dibalik mobilisasi ini,” tukas Rahmat (DAR)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top