Connect with us

Panwas dan KPU Muna Lempar Tanggung Jawab

Hukum & Kriminal

Panwas dan KPU Muna Lempar Tanggung Jawab

RAHA, SUARA KENDARI.COM- Kinerja Panwaslu Kabupaten Muna menuai sorotan tajam. Pasalnya, hingga kini tidak satu pun ada pelanggaran pemilu yang rampung diproses, maupun penertiban alat peraga pemilu seperti baliho. Kinerja Panwaslu ini sama seperti Pilgub lalu. Dalam pilgub lalu juga tak satupun kasus dugaan pelanggaran pemilu yang sampai ke persidangan . Kini Panwaslu Muna lagi-lagi tak enggan untuk menertibkan alat peraga kampanye (baliho) maupun partai yang melanggar aturan zona kampanye.

Teranyar,Panwaslu Muna melalui Ketuanya,Lumban Gaol menegaskan telah dua kali melayangkan surat merekomendasikan kepada KPU Muna terkait pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (baliho). “Panwas bukan eksekutor tapi hanya mengawasi pelaksanaan peraturan pemilu. Kalau ada pelanggaran administrasi kita rekomendasikan ke KPU untuk selanjutnya,KPU bersurat ke Pemkab untuk memerintahkan Sat Pol PP melakukan penertiban alat peraga kampanye yang melanggar aturan,”kata Lumban.

Senada dengan Lumban,ketua divisi pengawasan Pemilu,Sahar Ibnu Isnain menyatakan,pemasangan alat peraga kampanye di luar zona, masuk kategori
pelanggaran administrasi. Menurut Sahar,Panwas memiliki kewenangan untuk merekomendasikan tiga hal,yakni pelanggaran kode etik,pidana dan administrasi. “Pelanggaran administrasi rekomendasinya ke KPU. Pelanggaran pidana rekomendasinya ke kepolisian,dan pelanggaran kode etik rekomendasinya ke Bawaslu Provinsi,”terangnya.

Sementara Ketua KPU Muna,LM Amin Rambega yang dikonfirmasi jurnalis Suara Kendari menegaskan,rekomendasi Panwaslu Muna salah alamat. “Kalau penertiban alat peraga kampanye,Panwaslu bisa langsung menyurati partai politik atau calegnya. Kalau tidak diindahkan,langsung menyurat ke Pemda untuk dilakukan penertiban,tidak harus melalui KPU,”kata Amin menyalahkan Panwaslu Muna. (TRI )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top