Connect with us

Orang Tua Siswi Korban Asusila Sangat Terpukul

ilustrasi

Daerah

Orang Tua Siswi Korban Asusila Sangat Terpukul

KENDARI, SUARAKENDARI. Com- Orang tua siswi Madrasyah Ibtidayah Negeri (MIN), yang anaknya menjadi korban asusila seorang guru mengaku sangat terpukul dengan perbuatan guru tersebut. Pasalnya, anaknya yang duduk di kelas lima , mengaku sudah beberapa kali dicabuli guru tersebut.

“ Saya baru tau tadi pagi dari tetangga kalau anakku juga pernah dilecehkan guru itu. Baru kejadiannya tidak hanya satu kali, dia takut cerita ke saya,” ungkapnya, sambil meminta agar namanya tidak disebutkan.

Menurutnya, EF itu adalah guru kelas satu di Madrasyah tersebut. Siswa kelas enam, lima dan kelas dua yang menjadi korban asusila guru biasa mendatangi siswa di kelasnya saat jam istirahat.

“ Pengakuan anakku, saat istirahat guru itu masuk ke kelas mereka dan pura-pura bertanya di apa pekerjaan orang tuamu. Kemudian dia (guru) mulai melancarkan aksi bejatnya,” tuturnya, Senin (3/3/2014) dihubungi melalui telepon selulernya.

Bahkan guru itu sering mengendong siswinya yang baru duduk di kelas satu, selanjutnya dia mulai melakukan tindakan asusila. “ Siswi kelas dua juga digerangi. Guru EF adalah guru pindahan dari MIS Wolasi sekitar tiga tahun lalu. Mungkin juga ada alumni MIN yang juga jadi korban pelecehan guru itu,” jelasnya.

Lebih lanjut orang tua siswi kelas lima MIN mengatakan, rencananya besok orang tua siswa akan melakukan pertemuan dengan pihak sekolah bersama Kepala kantor Depag Kabupaten Konawe Selatan dan juga aparat polsek Konda.
“ Pertemuan besok untuk memastikan apa guru itu tidak hanya dipindahkan, tapi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. Jangan sampai Kakandepag membela dan tidak menindaklanjutinya,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang guru pria sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berinisial EF (40), ditangkap polisi karena diduga melakukan perbuatan asusila terhadap beberapa orang siswinya.

Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan perbuatan guru tersebut ke Polsek Konda, Senin (3/3/2014). Aksi sang guru tu diduga telah berlangsung lama, karena terungkap ada sekitar 10 siswi mengalami hal yang sama. “Ada dua korban yang sudah melapor, siswi kelas 6,” jelas Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana.

Anjar menyatakan, jika terbukti berbuat asusila, tersangka akan dijerat pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top