Connect with us

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum Pengacara Dilapor ke Polisi

ilustrasi

Hukum & Kriminal

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum Pengacara Dilapor ke Polisi

KENDARI,SUARAKENDARI.COM- Seorang oknum pengacara di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial YS, Jumat (26/9/2014) dilaporkan ke polda setempat lantaran diduga menyetubuhi anak dibawah umur hingga hamil.

Para pelapor yang tergabung Konsorsium Pemerhati Perlindungan anak dan Perempuan (KP2AP) Sultra, mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku. Pasalnya, YS telah berusaha untuk membungkam korban dengan cara memberikan jaminan akan membiayai sekolah mereka.

“ Kami khawatir pelaku melarikan diri dan ada upaya dari YS agar korban dan keluarganya mencabut laporannya. Jadi kami meminta penyidik untuk profesional dalam menangani kasus ini, soalnya YS itu pengacara senior di Kendari, pasti dia tahu celahnya,” ungkap Julman Hijrah dihadapan penyidik polda Sultra.

Tak hanya korban inisial J (15) yang mengalami pelecehan oleh sang pengacara. Hasil investigasi yang mereka lakukan kata Julman, ada sekitar 8 anak dibawah umur juga menjadi korban YS.

“ Kami mengumpulkan beberapa keterangan korban, setelah mereka disetubuhi kemudian anak-anak itu diberikan uang antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Bahkan berdasarkan pengakuan seorang saksi sekaligus korban tahap perkenalan mereka diberikan uang sebesar Rp. 500 ribu dan setelah disetubuhi mereka mendapat uang sampai Rp. 1 juta,” tuturnya.

Untuk itu, Julman meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk memantau perkara tindak pidana perlindungan anak yang tengah ditangani penyidik polda Sultra. Karena, korban tidak mendapat pendampingan dari pengacara.

“ Jadi setelah orang tua J tahu anaknya hamil langsung melaporkan ke polda pada tanggal 17 September, tapi belum ada kuasa hukum yang mendampinginya. Begitu juga dengan saksi P yang juga saksi korban dimintai keterangan oleh penyidik di rumah karena sakit,” ujarnya.

YS yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya menanggapi dingin laporan tersebut.“ Pelapor sudah cabut laporannya, bisanya sudah selesai ini masalah dengan orang tua korban masih diributkan di polda. Itu hanya dibesar-besarkan saja, kalau memang hamil tes DNA dulu saya siap bertanggungjawab kalau itu perbuatanku, saya lagi sidang di Jakarta ini,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, Humas Polda Sultra Komisaris Polisi, Dolfi Kumaseh mengatakan, kasus ini masih diproses penyidik Reskrim. Sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik, tapi terkendala alat bukti.

“Tetap dilidik dan disidik, cuman kendalanya saksi tidak melihat ada melihat mengetahui perbuatan yang dilakukan pelaku. Tapi masih ada satu orang saksi yang akan kita mintai keterangan untuk YS akan diperiksa belakangan,” terang Dolfi.

Ia menambahkan, jika terbukti melakukan perbuatan itu, pelaku akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.kiki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top