Connect with us

Nur Alam Perang Urat Syaraf dengan Ridwan Bae

Hukum & Kriminal

Nur Alam Perang Urat Syaraf dengan Ridwan Bae

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Eskalasi politik di Kabupaten Muna jelang Pileg 9 April kian panas. Saling hujat, tuding saat kampaye antar parpol, mulai terjadi. Seperti yang dilakukan PAN saat berkampaye akbar di Muna . Gubernur Sultra yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara menuding Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar telah ‘menyandera’ pemekaran Muna Barat. Hal itu disampaikan Nur Alam di hadapan ribuan masyarakat Kota Raha,Jumat  (4/4).

“Pemekaran Muna Barat disandera karena ego partai yang pernah berkuasa di Muna. Partai tersebut sengaja memainkan peran di Komisi II untuk menghalang-halangi pemekaran Muna Barat,karena mereka memimpin komisi II DPR RI,”tuding  Nur Alam.

Lebih jauh Gubernur Sultra dua periode ini menegaskan bahwa pemekaran Mubar sudah tidak ada kendala,baik dari sisi teknis maupun administrasi. Mubar kata dia tidak memiliki kaitan dengan Buton Tengah dan Buton Selatan. “Sebuah pemikiran yang licik untuk menghalangi pemekaran Muna Barat,bahwa jika Muna Barat mekar sebelum pemilu justru akan menguntungkan PAN. Mereka tega menyengsarakan rakyat dengan terbentuknya Daerah Otonom Baru ini,”tambah  Nur Alam dalam orasi politiknya..

Sementara itu ditempat terpisah Ketua DPD I Golkar Sultra yang juga mantan Bupati Muna dua periode,Ridwan Bae meminta Nur Alam untuk berbicara jujur dan apa adanya kepada masyarakat Muna soal gagalnya pemekaran Muna Barat.

” Saya imbau kepada saudaraku Nur Alam untuk membawa  informasi yang segar dan benar kepada masyarakat Muna. Jangan suka mengkambinghitamkan orang lain. Informasi yang saya dapat langsung dari Ketua Komisi II,Agun Gunajar bahwa penyebab tidak mekarnya Muna Barat adalah Nur Alam. Dia telah mempermainkan letak ibukota Buteng dan Busel. Karena sejatinya,Nur Alam hanya menyetujui pemekaran Buteng. Sementara Muna Barat satu paket dengan Buton Tengah (Buteng) dan Buton Selatan (Busel).Sehingga oleh komisi II memutuskan tidak memekarkan Muna Barat,Busel dan Buteng karena persoalan lokasi ibu kota,”jelas caleg nomor urut 1 dari Partai Golkar Sultra.

Menurut Ridwan,dirinya tidak memiliki kekuatan untuk menahan pemekaran Muna Barat seperti yang disangkakan Nur Alam,karena dirinya berada di luar pemerintahan.

Ridwan yakin dan percaya,masyarakat Muna cukup cerdas untuk memilah informasi benar dan bohong. “Saya yakin masyarakat Muna adalah masyarakat yang cerdas dan tidak mudah dibodohi. “yakinnya. (TRI )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top