Nasabah Keluhkan Kebijakan Bank Muamalat

SUARAKENDARI.COM-Kebijakan Bank Muamalat Kendari dikeluhkan nasabah terkait tingginya biaya cetak buku rekening yang mencapai 25 ribu rupiah perlembarnya. “Saya kaget dengan nilai yang dipatok,”kesal Yusuf Sadaqah, salah satu nasabah bank muamalat.

Cerita bermula saat Yusuf hendak meminta teller mencetak buku rekening miliknya.

“Saat ke teller saya diarahkan ke bagian CS dengan alasan buku rekening saya belum tercetak sejak bulan Oktober 2014. Namun saat di CS, saya kaget petugas meminta pungutan biaya cetak rekening tabungan sebesar 25 ribu rupiah per lembar. Untung hanya dua lembar jadi nilainya tak seberapa, tapi kalau 10 lembar kan besar juga nilainya.

Sebagai nasabah Yusuf mengaku sangat kecewa dengan pungutan yang dibebankan pada nasabah karena mengesankan adanya praktik riba, mengingat bank muamalat adalah bank yang menerapkan sistem syariah. “Katanya menerapkan sistem syariah, tapi kok praktiknya tidak mencerminkan nilai-nilai syariah,”kata Yusuf.

Lagi pula, lanjut pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini, dirinya hanya meminta haknya sebagai nasabah untuk mengetahui jumlah tabungan miliknya. “Beda misalnya saya sudah pernah diberi dan kemudian meminta diprint ulang. Ini sama sekali belum pernah,”katanya.

Pihak Bank Muamalat belum memberikan keterangan resmi pada awak media terkait adanya praktik pungutan biaya cetak rekening tabungan nasabah. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *