Minim Perhatian, Sekolah di Kolaka Nyaris Rubuh

Suarakendari.com, Pomalaa – Kondisi gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap di kawasan pelabuhan dawi-dawi Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka kini memprihatinkan.

Papan ruang belajar siswa  di gedung sekolah yang dibangun di atas permukaan laut tersebut mulai rusak dimakan usia bahkan ada ruang belajar siswa mulai tergenang air karena tiang penyangga gedung mulai rapuh.

Siswa harus berhati-hati saat memasuki ruang belajar karena melintasi jembatan penghubung antar ruangan yang terbuat dari papan berukuran kecil.

Sejak gedung sekolah mulai rusak, ruang belajar siswa kelas 9 dan 8 di pindahkan ke ruang perpustakaan dan laboratorium berukuran 3×7 Meter  dan kondisinya lumayan ketimbang ruang belajar lainnya.

Di ruangan perpustakaan tersebut para siswa belajar hanya menggunakan bangku seadanya dengan jumlah tidak mencukupi, bahkan beberapa siswa terpaksa harus melantai.

” Sebenarnya ini ruang Lab, lalu kemudian kita sekat untuk kebutuhan belajar.” Tutur Lisan, Wakasek Kesiswaan SMP Satu Atap Pomalaa.

Kerusakan SMP Negeri Satu Atap Pomalaa ini sebenarnya telah diketahui Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka.

Namun Pihak Dinas Pendidikan setempat berdalih, bahwa Perbaikan Kerusakan gedung sekolah ini akan dilakukan setelah PT. antam Pomala mengucurkan Anggaran CSR.

“Sekarang sudah sementara bekerja, membuat design perencanaanya dan menghitung RAB nya, Insyaallah tidak ada masalah itu akan selesai dalam waktu dekat.” Kata Sal Amansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kolaka.

Dinas Pendidikan Kolaka menunggu Dana CSR0Antam karena lokasi sekolah ini berada pada wilayah paling terkena dampak Akitivitas Penambangan PT. Antam Pomalaa.

Sebelumnya Pada 31 Agustus lalu, Gedung sekolah ini rubuh, beruntung semua siswa telah pulang ke rumah masing masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *