Minim Penindakan, Penggunaan Merkuri Melenggang Bebas di Bombana

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Mempunyai kekayaan alam berupa tambang emas, rupanya tidak semerdu harapan bakal munculnya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Di Kabupaten Bombana misalnya, hadirnya penambangan logam mulia itu, justru membawah hantu kecemasan yang mendalam bagi masyarakat. Betapa tidak, hadirnya tambang emas telah menyuplai maraknya penggunaan bahan kimia beracun berupa Merkuri atau air raksa (Hg)

Masyarakat makin cemas, sebab penggunaan bahan yang berdampak buruk pada kesehatan manusia itu justeru kian tidak terkendali. Digunakan kapan atau dimana saja, sesuka pengusaha.

Baru-baru ini, Warga Lameroro Kecamatan Rumbia dikejutkan pemurnian emas yang gunakan bahan Merkuri. Parahnya, bahan yang beracun itu dengan leluasa digunakan disekitar pemukiman padat. Sementara limbahnya terbuang begitu saja. “Limbahnya itu tidak terurus, bisa mengalir ke sawah maupun selokan pemukiman warga,” tukas Iwan warga Lameroro.

DPRD Kabupaten Bombana menyayangkan maraknya penggunaan Merkuri di wilayah Kabupaten Bombana.
“Ini tanda kurangnya pengawasan maupun penindakan terkait penggunaan Merkuri ini. Itu limbahnya amat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, ini yang harus diwaspadai,” ujar Aflan Zulfadly anggota DPRD Kabupaten Bombana.

Diketahui, Kabupaten Bombana belum mempunyai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Sehingga penegakan terkait pelanggaran Merkuri ini, tergantung kemauan pihak aparat kepolisian setempat, apakah membiarkan atau menangkap para pelaku, lalu memproses agar ada efek jera.

Merkuri merupakan golongan logam berat berbentuk cairan. Kerap digunakan para penambang untuk memisahkan kandungan emas dengan tanah. Namun dalam cairan merkuri itu, mengandung racun, yang bisa membuat penyakit kanker, kerusakan kulit hingga penyakit lainnya.

Senyawa Hg akan tersimpan dan terakumulasi secara permanen di dalam tubuh, yaitu terjadi inhibisi enzym dan kerusakan sel sehingga kerusakan tubuh dapat terjadi secara permanen. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *