Connect with us

Menyorot Bisnis Ekstraktif Menteri Pertanian di Sultra

Bisnis

Menyorot Bisnis Ekstraktif Menteri Pertanian di Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Dua kolom iklan menghiasi pojok halaman salah satu koran terbesar di Kendari. Di sana tertera jelas ucapan selamat yang disampaikan jajaran pejabat bupati dan para pimpinan perusahaan pada Andi Amran Sulaiman. Ya, nama Andi Amran Sulaiman cukup mengejutkan jagat politik tanah air, terlebih di Sulawesi Tenggara setelah masuk di jajaran kabinet kerja Presiden Joko Widodo sebagai menteri pertanian. Artinya, Andi Amran Sulaiman kini menjadi pembantu presiden yang berurusan dengan sektor pertanian.

Nah, yang menjadi soal mungkinkah Andi Amran Sulaiman akan menjalankan amanah sepenuh hati? Di saat bersamaan yang bersangkutan memiliki seabrek bisnis ekstraktif di bawah bentera PT Tiran Group yang selama ini dikembangkan di sejumlah kawasan di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.

Bagi sebagian orang bisnis Amran Sulaiman memang berjalan normal karena berkaitan dengan memajukan investasi dunia usaha yang dapat menggerakkan roda perekonomian di sebuah wilayah. Namun di sisi lain, investasi PT Tiran khususnya di Kabupaten Konawe Selatan sempat menuai reaksi.

Inilah yang terjadi pada September 2011 silam, dimana pembebasan lahan oleh PT Tiran Group di Kecamatan Tinanggea untuk lahan perkebunan tebu sempat mendapat protes warga. Bahkan, sengketa lahan ini membuat DPRD Konawe Selatan melakukaan hearing dengan pihak perusahaan untuk mengklarifikasi atas protes warga terkait dugaan pencaplokan lahan. Aspirasi warga yang dimotori mantan Kepala Desa Lapulu, Bulo Syarif cukup lantang disuarakan.

Pimpinan PT Tiran melalui Ir Irwansyah MM, kepada sejumlah media di Sultra mengatakan PT Tiran telah mengantongi izin dari Bupati dan berencana untuk menggunakan areal lahan seluas 40 ribu hektar dan 20 ribu hektar untuk Plasma. Dengan izin tersebut, PT Tiran telah melakukan pengukuran lahan yang diizinkan oleh pemerintah, termasuk membebaskan lahan masyarakat. Dalam rangka pembebasan lahan, PT Tiran telah menyiapkan dana ganti rugi kisaran Rp 1 juta – 2,5 juta perhektarnya. serta memiliki target mendirikan pabrik tebu di wilayah itu.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra mencatat sedikitnya ada empat perusahaan PT Tiran Group yang bergerak di bisnis entraktif, diantaranya PT Tiran Indonesia, PT Tiran Sulawesi, PT Tiran Mineral dan PT Tiran Makassar. Nah dari perusahaan yang ada, beberapa diantaranya beroperasi di wilayah Sultra. Tak hanya di Konawe Selatan yang bergerak di bisnis perkebunan tebu, opersional PT Tiran Group juga bergerak di bisnis pertambangan emas di wilayah Kabupaten Bombana.

Di Bombana, operasi PT Tiran seolah ‘senyap’ dari pembicaraan media, berbeda dengan perusahaan tambang emas lainnya seperti PT Panca Logam Makmur yang kerap terjadi prokontra. Dalam analisa Walhi , PT Tiran yang menguasai wilayah konsesi di sisi Barat Kabupaten Bombana ini diduga tidak transparan, khususnya dalam hal pelaporan hasil perolehan emas dan pelaporan tata kelola lingkungan pada pemerintah daerah.

“Sejak 2009 sampai sekarang lanjut dia, Amran Sulaiman masih menjadi Direktur PT Tiran yang bergerak di sektor perkebunan sawit dan tebu di Kabupaten Konawe Selatan. Lokasi perkebunan sawit dan tebu milik Menteri Pertanian berada di 10 Kecamatan, tapi hingga sekarang belum produksi dan hanya mengkapling lahan,” kata Kisran Makati, Eksekutif Daerah Walhi Sultra.

Ia pun menyangsikan Amran dengan jabatannya sebagai menteri Pertanian tidak melakukan intervensi usaha perkebunan dan pertambangannya di Sulawesi Tenggara.
“Saya kira presiden sudah harus mengevaluasi menteri-menterinya yang terlibat bisnis ekstraktif termasuk menteri pertanian Amran Sulaiman,”katanya.YOS

1 Comment

1 Comment

  1. Rossi Aryani

    November 9, 2014 at 12:01 am

    artikel ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai ekonomi pertanian, kami juga memiliki situs yang membahas mengenai ekonomi pertanian, anda bisa kunjungi di <a href=”http://ps-agrie.gunadarma.ac.id/”>Ekonomi Pertanian</a>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top