Connect with us

Menyoal Jalan Berlubang di Ibukota Sultra

Metro

Menyoal Jalan Berlubang di Ibukota Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Bolongnya Jalan Ibukota tak juga menggerakkan hati pemerintah Kota dan Perintah Provinsi Sultra untuk memperbaiki.

Lebih dari lima tahun, bahkan sudah hampir periode kedua pemeritahan Ir Asrun M.Eng di Kota Kendari dan Pemerintahan Nur Alam di Provinsi Sultra, sejumlah ruas jalan selalu luput dari perhatian keduanya.

Tak terhitung jumlah omelan sumpah serapah pengendara jalan yang ditujukan ke pemerintah Asrun Nur Alam, namun lagi-lagi juga bisa merubah keadaan.”Dari beberapa ibu kota provinsi yang saya datangi, jalan raya ibu kota Sultra yang paling buruk, sepanjang jalan kita akan temukan lubang,”kata Eko Maryadi, warga Jakarta, berapa waktu lalu.

Jalan paling rusak berada di ruas jalan baypass, dari ujung pusat keramaian Kendari beach hingga bundaran Lepo-Lepo di Kecamatan Baruga jalan berlubang dan bergelombang akan ditemui. Tak terhitung jumlah kecelakaan akibat jalan rusak, baik yang kehilangan nyawa di jalan ataupun luka-luka dan kerugian materil.

Seperti biasa, para politisi yang akan bertarung merebut posisi 01 di pemerintahan kerap melontarkan janji-janji manis mereka akan memperbaiki infrastruktur khususnya jalan raya. Namun setelah terpilih, janji tinggal janji. Ibarat kata pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu. Nah, begitulah ketika rakyat mengomel dengan berbagai kerusakan, pemerintah hanya berlalu sambil saling lempar tanggung jawab.

Seperti halnya kerusakan jalan raya di ibu kota, dua pemerintah yang berbeda tingkatan ini selalu saling melempar tanggung jawab.

Pemerintah Kota Kendari menganggap jika jalan ibukota adalah jalan provinsi yang seharusnya berada pada domain pemerintah provinsi untuk bertanggung jawab memperbaiki.

Namun, bagi pemprov, jalan ibu kota provinsi ada domain pemerintah pusat karena berada dalam kategori jalan negara. Kesan lepas tanggung jawab inilah yang membuat publik bertanya-tanya, bahwa, jika semua lepas tanggung jawab lantas siapa yang harus ambil pusing dengan kondisi yang ada ini?

Bukankah, tugas pemerintah itu sama dalam penjabaran tugas dan fungsi mereka yakni memfasilitasi jalannya roda pembangunan di daerah? Lantas kemana saja dana yang dijolok pemprov di pemerintah pusat selama ini untuk perbaikan infrastruktur di bumi anoa? Gubernur Sultra, Nur Alam, dalam beberapa kesempatan mengatakan, panjangnya ruas jalan provinsi membuat pemerintah harus memperbaiki kerusakan jalan secara bertahap. Selain karena keterbatasan anggaran, juga karena mengacu pada skala perencanaan intansi tehnis. Namun Ia optimis seluruh jalan termasuk jalan ibukota akan diperbaiki. YOS

1 Comment

1 Comment

  1. Price Buton

    December 17, 2014 at 4:47 pm

    Aneh jalan pada rusak di Kendari, Aspal Butonnya sudah dibuang ke laut iya ?. Percuma Prov Sultra punya tambang Aspal terbesar didunia. Bodoh. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top