Menunggu Pemkot Berikan Sanksi ke Kepsek SMAN 2 Kendari

0

Suarakendari, Kendari – Pemerintah Kota Kendari masih menunggu pemeriksaan dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMU Negeri 2 Kendari sebelum menjatuhkan sanksi. Pasalnya, jangan sampai tindakan yang dilakukan oleh pimpinan di sekolah itu merupakan hasil persetujuan juga dari Komite Sekolah.

Walikota Kendari, Asrun, saat ditemui di Kendari, Senin (14/9) mengatakan, tidak boleh gegabah langsung memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Tetapi, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kepada Kepsek SMA 2 Kendari ini.
“Jika memang terbukti Kepsek ini melakukan pungli, saya tidak pernah ragu untuk menindakinya. Namun, kita harus mencari tahu dulu, apakah tindakan yang dilakukan ini merupakan bentuk pungli atau sudah ada persetujuan dari pihak Komite Sekolah,” jelas Ir Asrun.

Terkait dengan permintaan siswa yang mengatakan bahwa Kepsek SMU 2 Kendari harus dicopot dari jabatannya, hal itu juga terlalu memaksakan kehendak.

“Tunggu sampai pemeriksaan dulu, jika terbukti maka akan diberikan sanksi. Namun bentuk sanksi yang dikeluarkan nanti tergantung dari keputusan juga. Makanya jangan langsung beri sanksi begitu, tapi diperiksa dulu,” katanya.

Sebelumnya, Siswa SMA Negeri 2 Kendari berunjukrasa melakukan aksi mogok belajar menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya. Aksi ini dilakukan karena, diduga kepsek melakukan pelanggaran berupa pungutan liar kepada siswa serta tidak ada perhatian terhadap osis. Pungutan yang dibebankan pada siswa sebesar Rp 200.000 per siswa.
Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Asif Hasan membantah tuduhan siswa dengan mengatakan bahwa dana tersebut peruntukkannya membuat pagar dan sebagian gedung sekolah. (Arn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.