Connect with us

Mengurai Penyebab Banjir di Kendari

Metro

Mengurai Penyebab Banjir di Kendari

Mengurai Penyebab Banjir di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Banjir bandang yang terjadi disejumlah anak sungai di Kota Kendari memiliki beberapa penyebab, pertama, pola perubahan cuaca ektrim dimana intensitas hujan cukup tinggi di kawasan Timur Indonesia sebab, hujan yang ddikuti bencana banjir juga terjadi di sejumlah wilayah provinsi di Indonesia. Berdasarkan pantauan update prakiraan cuaca yang dirili Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), di Sultra, hujan turun merata di seluruh wilayah. Dampaknya, bencana banjir  terdapat di sejumlah kawasan termasuk kota kendari.

Kedua, kerusakan kawasan hutan oleh perambahan dan alih fungsi hutan untuk perkebunan (kebun sawit, kebun rakyat, tambang di sejumlah wiilayah di Sultra memberi andil besar pada terjadinya kerusakan lingkungan yang cukup parah dalam satu dekade akibat pemberian perijian yang sporadis oleh pemerintah daerah kabupaten, tanpa memperhatikan kulitas lingkungan. Hampir separuh Wilayah hutan di perbatasan kota kendari (konsel-konawe-konawe utara) sudah berubah fungsi jadi kebun sawit.

Ketiga, pendangkalan teluk kendari menjadi problem panjang yang disebabkan oleh sedimentasi lumpur dan timbunan sampah (tong sampah raksasa warga kendari) dan prediksi akan menjadi deratan semakin nyata. Ditambah dengan aktifitas mafia tanah yg mengkapling teluk dan diperjualbelikan hingga terbitnya sertifikat tanas di atas laut menjadi hantu bagi bencana di masa depan sebab, semakin lama kawasan teluk semakin terdesak oleh pembangunan perumahan yang menghilangkan biodiversity dan lahan resapan air kota.

Ke empat, pembangunan perumahan dan perhotelan/ruko yang serampangan disepanjang daerah aliran sungai ikut andil  merusak bentang alam di wilayah daerah aliran sungai. Ironisnya, aktifitas  ini tidak mendapat perhatian serius pemerntah. Termasuk hilangnya sebagian biofori tanah akibat pembangunan lantai beton. Kondisi ini telah diingatkan banyak pakar lingkungan di Sulawesi Tenggara, salah satunya yang pernah disampaikan DR.H.Laode Alwi dalam berbagai kesempatan diskusi yang digelar jurnalis di Kendari.

Ke lima, tersumbatnya sebagian besar drainase jalan oleh timbunan lumpur dan sampah. Ini disebabkan minimnya kesadaran masyarakat akan permbaikan lingkungan di wilayah tempatnya bermukim, termasuk minimnya pengawasan intansi /dinas terkait.

Ke enam, topografi wilayah Kota Kendari yang berada dikerendahan menyebabkan, luapan air dari hulu cukup besar.SK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top