Connect with us

Mengintip Sekolah Anak Jalanan di Kendari

Suara Pendidikan

Mengintip Sekolah Anak Jalanan di Kendari

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Hal itu juga yang dikatakan oleh Rizal (32), pemuda yang telah menjadi tenaga honorer di Dinas Kebersihan Kota Kendari.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang dimiliki oleh Rizal, warga jalan Nuri Kelurahan Punggaloba, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ternyata bukan menjadi penghalang untuk berjuang agar pendidikan dapat dirasakan oleh kalangan marginal. Dengan membangun beskem seluas kurang lebih 4 meter persegi yang berdekatan dengan kawasan Tahura Nipa-nipa, ia mengumpulkan para anak-anak putus sekolah yang ada di lingkungannya agar mereka bisa mendapatkan ijazah. Dari perjuangan yang dilakukannya tersebut, telah membantu sedikitnya 34 orang anak mendapatkan ijazah mereka.

Berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami Rizal yakni sulitnya mencari pekerjaan karena hanya memiliki ijazah SD saja, ia tidak menginginkan hal itu dialami oleh anak-anak lain. Sehingga, setelah mendapatkan ijazah paket B (setara SMP) yang didapatnya dari PKBM Anawai pada tahun 2008 lalu, dilanjutkannya lagi mengambil ijazah paket C (setara SMA), ia lalu menyarankan kepada pengelola PKBM Anawai agar mau membuka cabang di tempat ia tinggal.

“Pada tahun 2007 lalu, saya bertemu dengan Yenisma SAg. Ia merupakan salah satu pengelola dari PKBM Anawai. Ketika dia melihat saya sulit mendapatkan pekerjaan, ia kemudian menawarkan kepada saya agar mau mengikuti ujian paket B. Tak hanya itu saja, setelah saya sudah mendapatkan ijazah, ia lalu menawarkan lagi  kepada saya agar mengikuti ujian paket C serta kursus-kursus agar saya juga mempunyai keahlian,” katanya, akhir pekan lalu.

Yang diinginkan oleh Rizal, hanyalah agar para anak jalanan yang ada dilingkungannya setidaknya bisa seperti dirinya. Walaupun mereka tidak menempuh jalur pendidikan formal seperti orang lain, dalam mendapatkan pekerjaan itu bisa lebih mudah. Apalagi ia melihat anak-anak di sekitar tempat tinggalnya sangat antusias saat mereka diajak untuk bersekolah.

“Beskem yang kami bangun bersama dengan rekan-rekan saya ini, sudah membantu 20 orang anak mendapatkan ijazah paket B mereka. Tiga tahun kedepan, mereka sudah bisa mengikuti pendidikan lagi sekaligus ujian agar mendapatkan ijazah paket C. Baru-baru ini, anak didik kami yang jumlahnya 14 orang, baru saja mengikuti ujian paket C. Dari ke 14 orang itu, dua diantaranya telah melanjutkan kejenjang perguruan tinggi. Sebagian lagi, langsung mencari pekerjaan dan langsung diterima,” ungkap duda satu anak itu.

Setiap usaha yang kita lakukan, pasti tidak semulus yang kita harapkan. Begitu juga Rizal yang berusaha mengumpulkan anak-anak yang putus sekolah, agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Ia akui, sangat sulit meyakinkan kepada para anak jalanan untuk mau di ajak bergabung di pendidikan luar sekolah (PLS) yang dikelolanya bekerjasama dengan PKBM Anawai. Alasannya cuma satu yakni mereka sudah terlebih dahulu mampu menghasilkan uang sendiri.

“Sebagian anak-anak di sini, ada yang kerja di pelelangan ikan, ada juga yang jadi sopir mobil. Tapi sewaktu-waktu, mereka pasti juga akan sakit dan tidak bisa lagi menghasilkan uang. Berbeda jika mereka itu jadi pegawai,” katanya.

Lanjutnya lagi, tempat tersebut sebenarnya merupakan cabang dari PKBM Anawai yang terletak di Kelurahan Mandonga. Karena jarak yang terlalu jauh, apalagi beberapa anak didik yang ia ajak semuanya bekerja, sehingga waktu untuk mendapatkan pelajaran dari guru yang telah disediakan oleh PKBM terkadang tidak sempat. Namun, jika pada saat ujian, semuanya dipusatkan di PKBM Anawai.

“Tenaga pengajar yang disediakan oleh PKBM Anawai, semuanya orang-orang yang memang punya kapasitas dibidangnya masing-masing. Seperti, Darnisa SPd, yang juga guru di SMA Aliya, yang mengajarkan IPA. Ada juga yang dari SMA Oikumene yang mengajarkan Bahasa Indonesia dan guru dari SMA 4 Kendari yang mengajarkan Matematika,” jelas Rizal yang sedikit lupa dengan nama guru dari SMA Oikumene dan SMA 4 Kendari.

Bagaimana dengan tanggapan orang yang pernah belajar di Beskem itu? Herman (21), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Sulawesi Tenggara mengaku, sebelum menempuh jalur kuliah, ijazah SMA yang ia miliki diperolehnya dari Beskem yang di bangun Rizal. Sebelumnya juga, ia tidak percaya dengan tawaran yang diberikan oleh Rizal dan sempat berpikir untuk tetap eksis dengan setir mobil.

“Sebetulnya dulu saya kurang yakin kalau ada tempat yang mampu memfasilitasi kita untuk mendapatkan ijazah. Apalagi, seluruh biaya dan fasilitas sudah ditanggung. Maka dari itu, saya ikut-ikut saja. Tapi, saat saya sudah memegang ijazah paket C dari PKBM Anawai, saya akhirnya percaya,” cerita Herman.

Tak hanya itu saja. Ia (Herman,red) kemudian menggunakan ijazah itu untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di UMK 2013 lalu. Dan akhirnya, ia pun lulus murni dalam seleksi tersebut.

Sekolah itu sangat wajib dilakukan, dan pendidikan mempunyai tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup, untuk mencapai tujuan itu pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi, dan teknik penilaian yang sesuai, baik kegiatan pendidikan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan non formal). ARMIN

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top