Connect with us

Mengaku TNI, Buruh Bangunan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta

Hukum & Kriminal

Mengaku TNI, Buruh Bangunan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Seorang buruh bangunan bernama Muh. Zuhdi Bambang (32) warga asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi lantaran menipu seorang warga senilai ratusan juta di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk mengelabui korbannya, Zuhdi mengaku sebagai anggota TNI dari kesatuan marinir berpangkat kapten.Kasus ini terungkap, saat keluarga korban bernama Muh.Haikal warga BTN Asatata, Kelurahan Poasia, Kendari curiga dengan gelagat pelaku yang mengaku bisa memasukan anaknya untuk menjadi anggota Angkatan Darat. Setelah ditunggu-tunggu, uang sebesar Rp 200 juta yang diberikan Haikal tak kunjung mengantarkan anaknya menjadi seorang tentara.

” Saya janjikan Haikal jadi perwira AKABRI di Magelang, karena punya jatah untuk 4 orang. Ada 11 kali saya terima uang dari orang tua Haikal, setiap terima Rp 10 sampai Rp 20 juta tidak pakai kwitansi,” tutur Zuhdi di ruangan Reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Kendari, Senin (10/11/2014) siang.

Uang dari hasil penipuan itu kata Zuhdi, digunakan untuk membeli motor dan membangun rumahnya dan di Lapawo, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam melancarkan aksinya, Zuhdi bahkan menggunakan seragam marinir untuk menyakinkan calon korbannya.

” Saya tahu tentang AKABRI melalui google, kalo ada penerimaan perwira di Magelang.Baju marinir saya beli di Surabaya sedangkan sangkur berbentuk pistol saya beli di toko Harmoni Kendari,” ungkap Zuhdi.

Dia menceritakan, pertemuan dengan korban terjadi sejak lima bulan lalu melalui bibinya. “Korban saya kenal lewat tantenya, karena rumahnya saya bangun di daerah Andonuhu. Nurhidaya, orang tua Haikal mahasiswa di Unhalu,” ujarnya.

Penipuannya terbongkar lantaran Haikal menanyakan identitas pelaku ke pangkalan angkatan laut. Ternyata korban mempunyai keluarga seorang anggota TNI AL.

“Saya ditangkap hari Jumat di depan rumah makan Wong Solo depan kantor Denpom Kendari, setelah dijebak oleh reski pacarku yang saya kenal seminggu lalu lewat Blackberry,” imbuhnya.

Penangkapan terhadap TNI gadungan itu dilakukan oleh anggota TNI AL dan petugas polisi militer Kendari.

“Saya dibawa di pangkalan angkatan laut lalu di pomal AL, kemarin baru di polres Kendari,” tambah Zuhdi.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan UU darurat atas kepemilikan senjata tajam.

“Setelah itu pelaku diamankan di Polres Kendari untuk penyelidikan lebih lanjut. Pelaku bisa dijerat UU Darurat Pasal 1 ayat 2 karena memiliki senjata tajam dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” kata Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana, Senin(10/11/2014). (Kiki)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top