Connect with us

Mengaku Dizalimi KPUD Bombana, Calon DPD Marah Saat Pleno

Hukum & Kriminal

Mengaku Dizalimi KPUD Bombana, Calon DPD Marah Saat Pleno

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Kasmir, Calon anggota DPD asal Dapil Sulawesi Tenggara yang di diskualifikasi, lampiaskan marahnya saat pleno di KPUD Bombana Sulawesi Tenggara Sabtu (19/4) di Rumbia.

Kasmir mengaku dicurangi oleh KPUD Bombana, sebab sejumlah petugas KPPS mengumumkan kepada pemilih agar jangan memiilih dirinya, saat hari H pemilu 9 April lalu.

Bukan cuma itu, namun sejumlah hasil suaranya yang dijoblos pemilih, telah di kosongkan atau diputihkan oleh KPUD Bombana alias tidak dihitung lagi saat pleno.

KPUD Bombana bersikuku lakukan itu berdasarkan rekomendasi dari KPUD provinsi Sulawesi Tenggara. “Tanggal 2 Maret lalu, KPUD Bombana menerima surat edaran dari KPUD provinsi, bahwa enam anggota DPD (Kasmir bersama 5 anggota lainnya) di diskualifikasi akibat belum menyetor dana kampanyenya,” ungkap Anwar anggota KPUD Bombana

Namun anggapan KPUD Bombana itu, langsung ditepis Kasmir. “Yang berhak lakukan itu adalah KPU Pusat, bukan kewenangan KPUD tingkat Kabupaten/kota. Artinya biarkan hasil suara yang dijoblos masyarakat kepada saya itu dihitung dulu. Nanti KPU pusat yang tentukan sah atu tidak,” pungkasnya.

Sebab saat ini lanjut Kasmir, dirinya masih lakukan banding hingga ke Mahkamah Konstitusi atas rekomendasi dari KPU pusat yang diklaim tidak bernomor yersebut. “Saya lakukan banding, dan saat ini masih menanti putusan dari MK terkait edaran KPU yang mendiskualifikasi saya itu,” terangnya.

Lebih sadisnya kata putra dari kabupaten Bombana ini, para KPPS tidak mesti mengumumkan di tiap TPS agar jangan pilih Kasmir. “Saya kecewa dan seakan sengaja dipolitisir oleh KPUD Bombana. Biarkan rakyat yang menentukan. Tidak mesti di umumkan begitu. Apalagi kasus saya ini masih tingkatan banding,” kesal Kasmir.

Di dalam pleno KPUD, Kasmir tuding KPPS telah menjatuhkan martabat dirinya. ” Di Kabupaten lain itu, suara saya masih dihitung, sebab sah atau tidaknya suara saya nantinya itu, kewenangan pusat. Namun di Kabupaten sendiri (Bombana) KPUD memperlakukan saya sangat pedih,” tukas Kasmir. (DAR)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top