Mengharukan Tangis Perempuan Tani di Halaman Mapolresta

KENDARI,SUARAKENDARI.COM- Tangis lima perempuan parubaya itu pecah saat menyaksikan Muammar (29 tahun) keluar dari sel tahanan Markas Polresta Kendari. Mereka tak kuasa menahan air mata pilu menyaksikan Muammar dengan kondisi tangan terborgol dan tergopoh-gopoh didampingi pengacara dan aktifis Walhi Sultra naik di atas mobil polisi menyampaikan pesan atas kondisi dirinya.

“Saya sampaikan kepada keluarga saya semuanya, bahwa, ini adalah awal dari perjuangan kita menolak tambang di daerah kita. Walau saya ditahan tapi yakinlah perjuangam kita tidak cukup sampai di sini untuk menolak segala bentuk ketidak adilan di daerah kita. Dan saya tegaskan saya dalam kondisi yang baik dan sehat,”kata Muammar melalui pengeras suara.

Tak hanya itu pemandangan yang mengharukan juga terlihat saat lima perempuan tani asal Kelurahan Polara, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara itu mendengarkan orasi para aktifis ml di depan gerbang Markas Polresta Kendari, Selasa (5/5) siang.

Bersama kaum ibu lainnya, kaum tani hawa ini bergabung bersama ratusan petani polara untuk menyampaikan protes keras kepada petinggi kepolisian atas kasus kasus penembakan, penganiayaan dan penembakan yang berujung jatuhnya korban luka. Yos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *