Connect with us

Kolaborasi di Program Inovasi Teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo dan Atabela

Pertanian

Kolaborasi di Program Inovasi Teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo dan Atabela

Kolaborasi di Program Inovasi Teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo dan Atabela

SUARAKENDARI.COM-BPTP Balitbangtan Sultra tidak henti hentinya terus berupaya mendesiminasikan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang pertanian. Kali ini BPTP Balitbangtan Sultra berkolaborasi dengan pihak Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program ‘Difusi Inovasi Penerapan Teknologi Dalam Rangka Menumbuhkan Daya Saing Masyarakat’.

Program ini merupakan kegiatan diseminasi yang didanai oleh APBD Provinsi Sulawesi Tenggara dengan judul “Diseminasi Varietas Unggul Baru (VUB) Potensi Hasil Tinggi Padi Sawah dengan Teknologi Jajar Legowo”.

Kepala Balitbangda Prov. Sultra Bapak Ir. Sukanto Toding, MSP, M.A menyampaikan pesan pada saat seminar proposal bahwa pembangunan pertanian di Sulawesi Tenggara melalui penerapan inovasi teknologi perlu terus diupayakan agar mampu meningkatkan daya saing masyarakat, lebih khususnya lagi para pengguna teknologi agar mampu meningkatkan produksi pertanian. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan pesan agar kolaborasi antara lembaga penelitian perlu terus ditingkatkan agar lebih sinergi antara pusat dan daerah.

Penanggung Jawab kolaborasi Bapak Dr. Julian Witjaksono, SP, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tugas dan tanggung jawab peneliti untuk saling berkolaborasi dalam mendiseminasikan hasil-hasl penelitian dan pengkajian Badan Litbang Pertanian.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lambangi Kec. Wonggeduku Barat Kab. Konawe dalam bentuk demfarm seluas 4 hektar. Varietas unggul yang didesiminasikan yaitu Inpari (inhibrida padi irigasi) 30 Ciherang Sub 1 dan Inpari 15 sistem tanam jajar legowo 2:1 dan jajar legowo 4:1 dengan menggunakan Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) paralon.

Menurut ketua tim peneliti Dr. Julian Witjaksono, penggunaan jajar legowo berdasarkan hasil-hasil penelitian dan pengkajian terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi sawah sebesar 1 – 1,5 ton/ha dibandingkan dengan sistem tegel. Hal ini disebabkan dengan sistem tanam jajar legowo mampu meningkatkan populasi tanam hingga 30% dan memberi ruang respirasi yang baik bagi tanaman sehingga dengan demikian produksi dapat ditingkatkan.

Selain itu, lebih lanjut penggunaan atabela paralon dapat menjadi alternatif bagi petani untuk menghemat tenaga kerja. Atabela paralon ini sangat sesuai diterapkan di wilayah atau area tanam yang kekurangan tenaga kerja.

Pada acara sosialiasi kegiatan ini di aula BPTP balitbangtan Sultra, Kepala BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc menekankan bahwa kegiatan kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara memberi perhatian khusus dalam inovasi teknologi pertanian, hal ini dimaksudkan agar hasil-hasil penelitian harus disampaikan kepada seluruh stakeholders yang terkait dengan pembangunan pertanian.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pertanian

To Top