Connect with us

Menebar Solusi Bagi Nelayan Pemula

Suara Lingkungan

Menebar Solusi Bagi Nelayan Pemula

KONSEL, SUARAKENDARI.COM-Masih pagi buta seorang pria separuh baya berjalan dengan penuh semangat menuju ke arah pantai. Ia melangkah menuju sampannya yang telah menunggu sedari semalam. Dengan rambut sebahu badan tegapnya masih menunjukkan otot-otot yang terlatih. Dialah Muhammad Tahir, nelayan pemula yang dahulunya berprofesi sebagai Satpam di perusahaan Budidaya Mutiara milik orang Jepang di desanya.

Sebelum mencapai pantai, perjalanan Tahir terhenti sejenak ketika Ia melihat teman seprofesinya sedang mencari-cari sesuatu di bawah sebuah pohon bakau. “Lagi apa ki Pak Jufri?” tanya  Tahir kepada temannya. “Lagi mencari umpan untuk mancing sebentar siang” jawab Jufri.  “ooo… Saya sudah semalam mencari umpannya, kita lanjut mi Pak Jufri saya jalan dulu” ucap Tahir sambil berlalu.

Sambil melayarkan  sampannya, Tahir yakin sekali hasil tangkapannya akan lebih besar dibandingkan Jufri yang masih sibuk mencari umpan. Rasa percaya diri ini juga bertambah karena sampan dan alat tangkap yang digunakan Tahir sekarang adalah sampan baru dengan peralatan tangkap model terbaru. Sampan dan alat tangkap itu diperoleh Tahir dari bantuan Pemerintah melalui Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Tangkap yang diluncurkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Konawe Selatan.

Program PUMP Tangkap ini merupakan salah satu program pemerintah pusat berupa bantuan modal yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya mereka yang berprofesi sebagai nelayan atau nelayan pemula yang sebelumnya bukan nelayan. Penyaluran dana dilakukan melalui rekening kelompok di bank yang ditunjuk pemerintah pusat. DKP Konawe Selatan telah melaksanakan survei dan mengidentifikasi nelayan serta kelompok yang berhak menerima PUMP Tangkap dan mengusulkannya ke pusat.

Untuk tahun 2012 di Kabupaten Konawe Selatan hanya Kecamatan Kolono yang memperoleh bantuan dana PUMP Tangkap ini. Salah satu Desa penerima adalah Desa Batu Putih tempat  Pak Tahir tinggal. Dari hasil verifikasi kelompok Bahari Indah yang diketuai oleh Tahir merupakan salah satu kelompok yang beruntung mendapat dana. Kelompok beranggotakan 10 orang ini sebahagian besar adalah nelayan pemula yang sebelumnya bekas karyawan perusahaan budidaya mutiara. Dana bantuan PUMP Tangkap dipakai kelompok Tahir untuk membeli sampan, pukat dan pancing.

Sebelum adanya bantuan PUMP tangkap ini Tahir dan kelompoknya bekerja serabutan setelah perusahaan budidaya mutiara tempat mereka bekerja tutup pada akhir tahun 2010. Ketika itu penghasilan mereka sehari-hari hanya cukup untuk makan dan habis buat biaya sekolah anak. Setelah memperoleh dana PUMP sebesar Rp. 100 juta, Tahir dan anggota kelompoknya sudah bisa menyisihkan sebahagian hasil penjualan ikan mereka untuk ditabung. (Adam Azhar Amirullah/DKP Konsel) 

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top