Masyarakat Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus PT Haspram

TIRAWUTA, SUARAKENDARI.COM- Ratusan masyarakat kecamatan Lambandia yang tergabung dalam aliansi masyarakat hak waris adat Tolaki-Mekongga, yang selama ini mendiami lahan hak guna usaha (HGU) PT Perkebunan Ladongi / PT Hasfram, berdemonstrasi di Kantor Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kolaka Timur (Koltim) dan kantor Bupati Koltim, Senin (7/9). Dalam tuntutanya, masyarakat meminta pemerintah untuk sesegara mungkin menyelesaikan permasalahan hak ulayat masyarakat komunitas Tolaki-Mekongga yang kini dikelola PT Sandabi Indah lestari.

Ketua Forum swadaya Daerah (Forsda) Kolaka Djabir Lahukuwi mengatakan, masalah konflik Agraria atau lahan tidak hanya terjadi di luar Sulawesi. Akan tetapi, juga terjadi di Koltim dan melibatkan perusahaan yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam dengan warga setempat. KonfliK Lahan di PT. Perkebunan Ladongi sudah begitu lama dan telah menelan korban jiwa.

“Masalah agrararia adalah masalah bagaimana tentang distribusi manfaat sosial ekonomi atas sumber daya agraria secara adil, dan Hampir secara keseluruhan tanah yang di tuntut di lahan PT. Perkebunan Ladongi yang kini di kelolah PT Sandabi Indah Lestari adalah tanah ulayat,” ungkapnya.

Menurut Djabir, secara yuridis undang undang Dasar Tahun 1945 pda pasal 33 ayat (3), pasal 28 H dan tanah ulayat di akui dengan syarat, dalam pasal 33 UU NO 5 /1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok Agraria (UUPA). Mengenai warisan, hak waris dan ahli waris. Pertama, menuntut sesuatu menurut hukum adalah hak, dan hak itubisa di pergunakan kapan dikehendaki. Kedua, apa yang masyarakat tuntut/gugat adalah hak waris. Dan mengenai hak menuntut hak warisan menurut hukum adat, tidak mengenal batas jangka waktu serta tidak mengenal lewat waktu/deluarsa, Yurisprudensi Mahkamah Agung RI NO 3114/tanggal 28 November 1992.

“Oleh karena itu, pemerintah diharuskan mendalilkan bahwa tanah tersebut dalah tanah tanah hak waris milik adat dengan adanya bukti di atas tanah kepemilikan tersebut terdapat tanaman jangka panjang. Seperti, pohon damar, pohon sagu, pohon pinang dan adanya kuburan leluhur masyarakat suku Tolaki Mekongga yang pernah mendiami tanah tersebut secara turun temurun,” ungkapnya.

Sementara itu asisten 1 Muh Yasir saat menemui pengunjuk rasa mengatakan, dalam waktu dekat akan menurunkan Tim yang telah di SK-Kan.

“Insa Allah dalam waktu dekat ini tim akan turun kelapangan.Semoga permasalahan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat dapat segera terselesaikan,” katanya. (WAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *