Connect with us

Massa Protes Kecurangan Pilcaleg di Konawe

Hukum & Kriminal

Massa Protes Kecurangan Pilcaleg di Konawe

 

KONAWE.SUARAKENDARI.COM – Protes hasil pemilu 2014 di Konawe terus berlangsung. Kali ini disuarakan puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pemilu Kabupaten Konawe (FMPPK) di depan kantor Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas) Konawe, Selasa (6/5). Massa memprotes manipulasi data perolehan suara, yang diduga dilakukan oknum penyelenggara pemilu Konawe demi memenangkan salah satu Caleg partai peserta pemilu di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Konawe.

Aksi massa yang mendapat pengawalan ketat Polres Konawe ini menilai, hasil pleno perhitungan suara oleh KPU tidak siknifikan dengan data yang dimiliki oleh saksi di TPS. FMPPK merilis temuan bukti -bukti bukti pelanggaran, diantaranya, suara yang dimiliki caleg PDI-P nomor urut 7 atas nama  Drs Abdul Karim Dama, di Kecamatan Anggaberi terjadi pengurangan suara.

” Berdasarkan C1 plano yang di pegang oleh saksi partai, terungkap, bahwa, suara Abdul Karim Dama di TPS Desa Lawulo Kecamatan Anggaberi tidak ada atau kosong, namun kenyataanya saat pleno KPU tanggal 20 April lalu, suaranya berisi menjadi 30, ini ada apa?,”ungkap salah satu pendemo.

Massa juga menuntut Panwas segera melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut, dan segera mengeluarkan rekomendasi ke KPUD Konawe agar melakukan perhitungan suara ulang. Masa juga menuding adanya kongkalikong yang dilakukan panwas untuk menutupi data C1 yang mereka miliki.

Perdebatan sempat terjadi, saat Ketua Panwas Konawe, Haslita, menemui pengunjuk rasa di depan kantornya, pihakanya tidak bermaksud menutupi kepada publik dat C1 yang mereka miliki dengan alasan itu sudah menjadi dokumen negara, namun boleh diperlihatkan ke publik manakala sesuai prosedur perundang undangan,

” Data C1 yang kami miliki akan kami perlihatkan kehadapan publik, ketika ada permintaan dari pihak pengadilan, soal tuntutan rekomendasi kami meminta waktu sesuai aturan perundang undangan yang berlaku yakni 7 hari sejak laporan itu masuk untuk mengumpulkan bukti – bukti, dan memnggil pihak terkait dalam hal ini PPK setempat.” Ujar Haslita.

Lebih lanjut Haslita mengatakan, dirinya sangat menyayangkan mengapa pada saat saksi partai mengikuti sidang Pleno KPU, pihak saksi tidak mempersoalkan hal terebut, dirinya kerap kali menyuarakan saat pleno, agar saksi mengamati terlebih dahulu dokumen hasil pleno KPU tersebut sebelum di tanda tangani.

Massa kemudian menyerahkan sebuah rekaman audio sebagai alat bukti kepada pihak Panwas Konawe, dan memberikan batas waktu dua hari kepada panwas unutk segera melakukan penyelidikan terkait dugaan sengketa pemilu tersebut, apabila itu tidak di indahkan maka Pengunjuk rasa mengancam akan kembali dengan jumlah Massa yang lebih besar. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top