Connect with us

Marak Pelanggaran Pemilu, Kinerja Bawaslu Sultra Terus Disorot

Hukum & Kriminal

Marak Pelanggaran Pemilu, Kinerja Bawaslu Sultra Terus Disorot

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Masih maraknya alat peraga kampamye parpol dan caleg yang terpasang di pinggir jalan pada hari kedua maa tenang, membuat publik kembali mempertanyakan kinerja panitia pemilu. Pasalnya, hingga kini action panwas tidak juga menunjukkan performa yang baik sebagai pengawas jalannya pesta demokrasi.

Sebagai besar masyarakat mempertanyakan  kinerja panwas yang terkesan adem ayem di pemilu 2014  ini. Mulai dari awal tahapan kampanye hingga menjelang finish kinerja mereka tidak juga menunjukkan taji sebagai pengawas.

Tak hanya itu, perekrutan anggota dan relawan  panwas yang mencapai 7000 orang tenaga itu seolah tidak berbanding lurus dengan kinerja mereka.

Data PUSPAHAM dan Walhi Sultra menyebutkan, keseluruhan personil Bawaslu Sultra termasuk tenaga sekretariat berjumlah 7000-an orang, hal ini tidak berbanding lurus dengan temuan yang ada, atau sekitar 40 kasus saja. Ini belum termasuk sejuta relawan yang direkrut.Padahal berbagai pelanggaran pemilu nampak dimana-mana.

“Apa yang kurang dari lembaga pengawas ini, struktur organisasi massif, penguatan SDM hampir tiap saat bintek, intinya mereka sudah menghabiskan APBN dan APBD, puluhan bahkan ratusan milyar untuk urusan ini. Karena itu publik patut mempertanyakan keberadaan lembaga ini yang tidak maksimal dalam menjalankan peran dan fungsinya. Ke depan mesti di audit anggaran dan evaluasi atas urgensi lembaga ini,”tohok Kisran Makati , Eksekutif Daerah Walhi Sultra.

Sementara  Saipin, Direktur LSM PUSPAHAM melihat, keberadaan BAwaslu dan Panwas di Sultra tidak bekerja seperti  yang diharapkan. “Kami sudah sering ingatkan panwas agar bekerja secara baik dan profesional, namun faktanya sejumlah pelanggaran yang kami anggap serius, seperti masih maraknya alat peraga di masa tenag serta  dugaan kampanye  pejabat negara tidak ditindak lanjuti, ini tentu mengecewakan,”kata Saipin.

Sementara itu, Bawaslu sendiri menganggap kinerja berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu, menuturkan bahwa hingga saat ini jumlah pelanggaran kampanye yang ditemukan sudah hampir 40 pelanggaran mulai dari pelanggaran administrasi sampai pidana.

“Kalau pelanggaran administrasi yang kami temukan sudah kami proses dan kami sampaikan kepada KPU Sultra untuk segera ditindak lanjuti, sementara pelanggaran pidana ada yang masih kami proses ada juga yang sudah sampai ke Gakumdu,” terangnya, Kamis (3/4/2014).

Beberapa bentuk pelanggaran pidana yang ditemukan dilapangan yakni ada money politik yang hingga saat ini masih terus diselidiki terkait pelanggaran tersebut.

“Untuk pelanggaran pidana itu terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bombana, Konawe, Kolaka, Konawe Utara, Muna dan Kota Bau-Bau, semua laporan terkait pelanggaran pidana tersebut sudah kami proses,” katanya. YOS/LINA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top