Connect with us

Mantan Bendahara KPU Konawe Diduga Korupsi

Uncategorized

Mantan Bendahara KPU Konawe Diduga Korupsi

KONAWE, SUARAKENDARI.COM – Kasus korupsi yang membelit mantan bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe, Sahidin (32), yang diduga merugikan negara sekitar ratusan juta rupiah, yang kasusnya kini dalam penanganan Polres Konawe, Sulawesi Tenggara, statusnya sudah di tingkatkan dari penyidikan menjadi penyelidikan, sejak tanggal 13 maret 2014, lalu.

Peningkatan status tersebut diaminkan penyidik melalui kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Hanif F Wicaksono A.md, IK, saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya, Jumat (21/2).

Peningkatan stastus tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi, termasuk pemeriksaan tersangka mantan bendahara tersebut.

“Memang benar peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, terhadap tersangka dalam hal ini sahidin, berdasarkan hasil pemeriksaan 28 saksi, diantaranya Sahidin mantan bendahara, PPK yang masih menjabat maupun yang telah di ganti, Anggota Komisioner KPU yang menjabat saat itu maupun yang sekarang sudah tidak menjabat lagi, Sekretaris KPU yang sekarang, ” ungkap Hanif.

Lebih lanjut Hanif F Wicaksana, mengatakan, bahwa, kendati pemeriksaannya telah ditingkatkan dan statusnya telah di tetapkan menjadi tersangka, namun pihaknya belum melakukan penahan karena masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP).

” Sesuai prosedur kami belum melakukan penahanan, secara tekhnis kami masih menunggu hasil pemeriksaan Audit Infestigasi, dari BPKP kalau sudah hasilnya, InsyaAlllah langsung kita lakukan penahanan.

Sekedar untuk di ketahui, Sahidin (34), yang merupakan mantan bendahara KPU konawe, di duga melakukan Korupsi, Anggaran 2012 – 2013, Dana anggaran Pemilihan Umum kepala Daerah (Pemilu kada) Kabupaten Konawe 2013 lalu, dengan menggelapakan Alokasi Anggaran Maret 2013, yakni Honor PPK, Biaya ATK, dan Biaya Sidang, kemudian tersangka pula di duga menggelapkan dana Akuntan Publik, saat Audit Dana Kampanye masing – masing pasangn Calon Bupati dan Wakil Bupati, pada Saat pemilu kada Di Konawe lalu.

Untuk kemungkinan akan bertambahnya tersangka baru pada Kasus tersebut, pihak penyidik Kepolisian Konawe masih menunggu hasil Audit investigasi yang di lakukan Tim dari BPKP, untuk mengetahui berapa kerugian negara, setelah itu baru di lakukan pengembangan .

“yang pastinya ini merupakan pintu masuk, kalau memang ada tersangka baru dalam hal ini dari hasi AI nya karena dalam laporanya akn terurai di situ, siapa yang bertanggung jawab, berapa kerugian negara, mengapa bisa di salah gunakan anggaran tersebut, setelah itu kami melakukan analisisi balik, Tutup Hanif. (MAN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top