Connect with us

Mahasiswa Tuntut Usut Tuntas Penggelapan Pajak Perusahaan Tambang Emas di Bombana

Bisnis

Mahasiswa Tuntut Usut Tuntas Penggelapan Pajak Perusahaan Tambang Emas di Bombana

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Polda Sultra, Kamis (28/8/2014).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan hari itu guna menuntut kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan pajak PT.PLM yang diduga dilakukan oleh Fahlawi Mudjur Saleh selaku Kepala Biro Administrasi dan Keuangan serta Tommy Jingga mantan Direktur PT.PLM 2010-2011.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kendari Nomor 111/Pid.B/2012/­PN.Kdi dengan terdakwa Fahlawi dan Tommy Jingga ditemukan adanya indikasi korupsi penggelapan pajak dan aliran dana kepada beberapa penjabat publik yang diindikasikan sebagai bentuk grativikasi atau suap.

Rahim, salah seorang pengunjuk rasa menuturkan bahwa pihak kepolisian yang memiliki wewenang penuh terhadap kasus tersebut harusnya bisa melakukan penyidikan dan mengusut tuntas kasus penggelapan pajak karena hal tersebut akan merugikan negara.

“Kepolisian merupakan mitra kita bersama, jika pihak kepolisian mampu mengusut tuntas kasus ini maka pihak kepolisian akan menjadi mitra kita bersama, namun jika pihak kepolisian hanya berdiam diri terhadap kasus ini maka kami meminta agar Kapolda Sultra, Brigjen Pol Arkian Lubis untuk turun dri jabatannya,” teriak Rahim.

Para mahasiswa hari itu merasa kecewa terhadap kinerja kepolisian jika tidak bisa mengusut tuntas dugaan penggelapan pajak yang nyata-nyata telah dilakukan didepan mata dengan bukti yang akurat melalui laporan yang tidak sesuai dengan data sesungguhnya.
“Seperti kita ketahui bersama jika pendapatan emas yang dihasilkan PT.PLM pada tahun 2011 yakni sebanyak 15 Kg per bulan padahal hasil audit yang sesungguhnya pada tahun itu (2011,red) PT.PLM menghasilnya 500 Kg emas dalam setahun, sehingga dengan laporan fiktif yang dilakukan dapat mempengaruhi besaran pajak yang dihasilkan,” katanya.

Masa aksi lainnya, Rezky yang mengaku sebagai putra asli dari Kabupaten Bombana tempat PT.PLM beroperasi mengaku kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh petinggi PT.PLM yang telah melakukan penipuan atas penggelapan pajak, sehingga masyarakat Bombana ikut merasakan dampaknya.

Dimana, hasil tambang emas yang dikeruk dari tanah Bombana tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat justru terjadi kejahatan didalamnya dengan tindakan penggelapan pajak.

Untuk itu, massa aksi meminta kepada pihak kepolisian untuk menjalankan tugasnya secara profesional agar tetap dipercayai sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“Jangan sampai hukum ini diberlakukan tebang pilih, kami tidak ingin pihak kepolisian memberikan hukuman hanya kepada mereka yang tidak memiliki uang, hukuman itu harus dilakukan secara adil,” pinta para mahasiswa.

Konsorsium Anti Korupsi Sultra juga berjanji jika pihak kepolisian terus berdiam diri terhadap kasus tersebut, maka kedepannya akan menurunkan massa aksi yang lebih banyak lagi. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top