Connect with us

Mahasiswa Lempari Kantor Agama dengan Tomat

Hukum & Kriminal

Mahasiswa Lempari Kantor Agama dengan Tomat

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Aksi unjuk rasa mendesak pencopotan Kepala kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra), oleh 50 orang mahasiswa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Pemerhati Keadilan(KMPK) Sultra), Jumat (5/12/2014) di kantor itu berlangsung ricuh.   Mahasiswa terlibat saling dorong dengan pegawai kanwil agama dan petugas kepolisian, saat melempari kantor tersebut dengan tomat busuk.    Aksi dorong dan lempar tomat tak berlangsung lama.

Dalam aksinya mereka membawa keranda mayat dan spanduk putih bertuliskan tiga maklumat masyarakat Sultra.  ” Kita mendesak Presiden untuk memerintahkan Menteri agama RI, agar segera mencopot Kakanwil agama Sultra,” teriak Rahman Paramai,  koordinator aksi di halaman Kanwil agama Sultra, jumat.

Mereka juga meminta Gubernur dan DPRD Sultra untuk mengambil langkah-langkah nyata terhadap pergantian kepala kementerian agama Sultra.     “Kita minta agar kementerian agama dalam menetapkan kepala kantor agama agar mempertimbangkan potensi kader daerah sebagai implementasi penerapan UU otonomi daerah,” tegasnya.

Saat ini, kepala kantor agama wilayah Sultra dijabat oleh Muh Ali Irfan dari kementerian agama RI. Ia mengantikan Kepala kementerian agama sebelumnya, Rahman karena terindikasi melakukan pungutan liar (pungli).

Aksi para mahasiswa dari Koalisi Masyarakat Pemerhati Keadilan, tidak ditemui satupun pejabat kementerian agama Sultra, kemudian mereka melanjutkan aksinya di kantor kejaksaan tinggi Sultra.

Mereka mendesak pihak kejaksaan agar segera memeriksa kepala bagian tata usaha kementerian agama Sultra, Hasnuri agar diduga telah melakukan tindak pidana korupsi.   Di kantor itu, mereka harus kecewa lantaran tak berhasil menemui  seorangpun pejabat kejaksaan tinggi Sultra. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali turun ke jalan. (Kiki)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top