Connect with us

Mahasiswa Desak Pemkab Evaluasi Tambang Bombana

Bisnis

Mahasiswa Desak Pemkab Evaluasi Tambang Bombana

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Kehadiran investor tambang di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara telah mencaplok puluhan ribu lahan masyarakat pindah tangan kepada Investor

Tercatat Sejak 2010 lalu, Pemkab Bombana telah keluarkan sekitar 84 Izin Usaha Tambang (IUP). Masing-masing IUP minimalnya kantongi lahan ratusan hektar hingga ribuan. Bahkan ada yang miliki konsesi IUP-nya capai 4 ribu lebih hektar.

Uniknya, sejak diberi kuasa sejak 2008 lalu, tidak semua investor langsung mengolah wilayah IUP-nya. Sehingga puluhan ribu lahan di Bombana tercaplok begitu saja tanpa ditahu kapan waktunya untuk diolah.

Kondisi ini memicu protes mahasiswa Bombana. Sebab tidak sedikit lahan yang dicaplok tersebut merupakan lahan pertanian aktif masyarakat. “Harusnya Pemkab Bombana segra evaluasi

IUP yang ada di Bombana. Sebab banyak perusahaan cuma datang mencaplok lahan masyarakat lewat IUP. lalu pergi tanpa kejelasan mau diolah atau tidak,” pungkas Ahmad Nasar mahasiswa asal Rarowatu Utara.

Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Indonesia Bombana (IMPIB) Kendari Sulawesi Tenggara ini warning  Pemkab agar condong memikirkan lahan pertanian yang mengutungkan masyarakat secara berkesinambungan.

“Kini para petani Bombana itu bingung, mau mengolah lahannya sendiri, tapi sudah tercaplok oleh IUP perusahaan. Sementara menunggu lahannya digunakan pihak perusahaan, tapi hingga sekarang tidak kunjung dipakai. Persoalan Ini wajib dipikirkan Pemkab,” tandas Hersan mahasiswa lainnya.

Menurutnya, Pemkab harus evaluasi segra perusahaan yang sudah mengantongi IUP di Bombana. “Saatnya kita berani memilah, harus berani mengambil sikap. Sebab, untuk diberikan wilayah IUP baru tidak digunakan. Agak mending IUP tersebut dicabut, lalu membiarkan warga mengolah kembali lahan pertaniannya,” kritik Hersan. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top