Mahasiswa Butur Tolak Perkebunan Tebu

SUARAKENDARI.COM- Belasan Mahasiswa berunjukrasa dI Gedung DPRD Sultra, Selasa (18/8) menolak kehadiran PT Sumagro Sawitara untuk beroperasi di Desa Mata Kambowa Buton Utara.
Perusahaan tersebut, bergerak dibidang perkebunan tebu dengan luas lahan 132 Ha.

Menurut mahasiswa, perkebunan tebu ini akan berdampak kerugian besar bagi masyarakat Butur.”Jika perusahan ini beroperasi maka erosi banjir dan kekeringan melanda desa Mata Kambawo Buton Utara di masa datang,” kata Korlap aksi Sugiono.

Kata dia, Camat Kambowa Butur membagikan uang sebesar Rp. 2.150.000,- yang belum diketahui peruntukannya. Massa menuntut agar segera memanggil pihak yang terkait dalam proses pengoperasian perusahaan tersebut.
Menanggapi aksi anggota komisi II DPRD Sultra Mardamin, akan melakukan koordinasi dengan pemerintah butur.
“Ini persoalan lingkungan, pasti ada dampak sehingga ke kwatiran mahasiswa kami akan tindalanjuti,” kata Mardamin.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sultra Nur Salam Lada mengatakan akan mengagendekan akan memanggil Camat, Lurah dan Kepala desa.
“Kalau perusahaan tebuh ini beroperasi mesti memiliki Amdal sehingga kita koordinasikan dengan pemerintah disana dan mengagendakan untuk pemanggilan pihak terkait pada senin depan,”kata Nur Salam Lada. SK/UD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *