Connect with us

Letuskan Senjata, Polisi Tangkap Lima Perambah Hutan Lindung

Uncategorized

Letuskan Senjata, Polisi Tangkap Lima Perambah Hutan Lindung

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Lima warga Kolaka, Sulawesi Tenggara ditangkap tim Operasi terpadu kawasan hutan lindung yang dibentuk oleh Pemda Kolaka. Mereka yang tertangkap masing-masing berinisial HAT (47), J (30), JN (36), AD (30) dan SR (19). Mereka tertangkap setelah tim terpadu yang terdiri dari aparat TNI, Polri dan Dinas Kehutanan mengeluarkan tembakan
penringatan agar mereka tidak melarikan diri.

Mereka ditangkap setelah terbukti membuka lahan perkebunan dikawasan hutan lindung, bahkan mereka juga telah membangun perumahan dikawasan hutan Baula itu. Sebenarnya saat operasi ini dilakukan puluhan warga lain berhasil melarikan diri ke semak-semak dan tidak berhasil ditangkap oleh petugas, hanya lima orang itu saja yang berhasil ditangkap.

Kepala Dinas Kehutanan Kolaka Abdul Rahim yang memimpin operasi ini
mengaku, kelima warga yang diamankan itu akan dimintai keterangannya.
Soalnya, mereka berada di kawasan hutan lindung saat operasi dilakukan.

“Kita akan tindak lanjuti. Olehnya itu, beberapa orang yang kita tangkap
ini akan kita mintai keterangan sekaligus mencari aktor dibalik perambahan hutan lindung di sini. Di dalam undang-undang kehutanan, membawa barang seperti parang dalam kawasan hutan lindung sudah harus dilakukan penahanan dan penyitaan,” jelasnya, Minggu (09/02/2014).

Ditempat yang sama HAT yang ditangkap mengaku memiliki kebun sekitar satu
hektare di kawasan hutan lindung. Kebun itu, katanya, dia beli dari
Amiruddin yang merupakan pensiunan kepala sekolah. “Ini ada surat-suratnya dari Desa Puulemo Kecamata Baula. Saya beli ini kebun sekitar Rp 21 juta dan sudah ada memang cengkehnya,” katanya.

Warga lain yang berinisial J juga mengaku memiliki kebun di kawasan hutan lindung sekira dua hektare. Warga Kelurahan Dawi- dawi ini mengaku membeli kebun tersebut sekira Rp 27 juta dari warga bernama Tato.

“Saat saya beli, sudah ada memang cengkehnya. Saya tidak tahu sekali kalauini hutan lindung dan dilarang mengolah disini,” akunya.

Mereka mengaku tidak tahu sama sekali jika kebun yang ia beli merupakan
kawasan hutan lindung yang notabene merupakan tanah negara. Disamping itu,
petugas sempat adu mulut dengan pensiunan TNI berinisial LS. LS kedapatan berada di kawasan hutan lindung bersama anaknya RJ (21). Saat ingin diamankan, pensiunan TNI ini mengklaim bila dirinya hanya mencari kayu di kawasan tersebut yang telah ditebang oleh warga.

Petugas pun takluk ketika LS berusaha menyakinkan para tim terpadu jika
dirinya hanya mengambi kayu di kawasan hutan lindung. Sehingga, lelaki itu
tidak diamankan oleh petugas. Dia hanya diwajibkan memberikan keterangan di Dinas Kehutanan dalam pemeriksaan selanjutnya. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top