Connect with us

Legenda Pijat Bedak Kaledupa dari Wakatobi

Metro

Legenda Pijat Bedak Kaledupa dari Wakatobi

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Di Sulawesi Tenggara pijat tradisional menjadi salah satu alternatif mengobati berbagai penyakit fatal seperti keseleo dan patah tulang. Uniknya pengobatan alternatif ini menggunaan bahan ramuan tradional yang disebut bedak kaledupa.

Banyak cerita yang beredar, bahwa, jika seseorang patah kaki dan menggunakan bedak kaledupa, maka dalam tempo singkat pasien sudah bisa berjalan seperti biasa. Bahkan, cerita lebih ekstrim, seorang warga di Kaledupa yang patah tulang bisa kembali bermain bola, setelah diobati dengan ramuan bedak kaledupa.

Karena penasaran dengan cerita itu, Saya mencoba menelusuri keberadaan warisan asli budaya Indonesia ini. Berkat informasi dari seorang kawan, Saya mendatangi salah satu rumah di kawasan Kendari Permai, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Andounoho, Kota Kendari. Rumah ini milik Laode Untung, warga asli Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Ia menyulap rumah menjadi sebuah klinik yang dinamakan balai pengobatan tradisional patah tulang dan keseleo. Klinik ini dibangun Laode Untung sejak tahun 2001 silam dan telah merawat banyak pasien patah tulang. ”Entahlah, saya tidak tau lagi berapa jumlah pasien yang saya rawat,”kata Laode Untung.

Saat berkunjung diklinik, saya mendapati satu pasien Pasien patah tulang bernama Risna. Kasus patah tulang yang dialami perempuan muda ini tergolong berat. Kedua kakinya patah empat bagian, akibat tertabrak mobil. Dua minggu sudah Risna dirawat di salah satu ruang klinik berukuran 3 x 4 itu.

Risna sendiri harus membutuhkan perawatan ekstra agar memperoleh penyembuhan secara total. Untuk kasus yang dialami Risna ini, Ia harus menjalani perawatan intensif selama tiga bulan dengan menggunakan bedak kaledupa.

Cara perawatannya pun terbilang unik. Mula-mula Laode Untung memasak air panas hingga mendidih. Lalu Ia mengambil daun pisang kering dan mencampurnya ke dalam rendaman air panas. Setelah matang, air dituang ke dalam wadah ember. Air panas bercampur daun pisang inilah yang   dipakai untuk membersihkan bagian tubuh pasien yang patah secara rutin setiap hari sekali.

Selama proses pembersihan Laode Untung juga sekaligus memberikan pijatan ringan, agar bagian tubuh yang patah bisa tersambung kembali sekaligus mengembalikan posisi tulang pasien diposisi ideal. Proses pemijatan membutuhkan waktu selama satu jam. Nah, salam pemijatan itu Laode Untung juga membacakan sejumlah doa atau mantra demi penyembuhan.

Setelah proses pembersihan dan pemijatan selesai, selanjutnya dilakukan tahap mengoleskan atau membaluri bedak kaledupa yang telah dicampur air ke bagian tubuh yang patah. Bedak dibalur secara merata dan selanjutnya kedua kaki yang patah dipasangi gips agar tulang tetap lurus.

Risna mengaku sebelum mendapat pemijatan tubuhnya terasa sakit sakit jika disentuh, namun setelah menjalani terus menerus ia tak marasakan lagi bahkan sudah bisa mengangkat kakinya. Ia pun berharap dengan sentuhan pijat tradisonal milik Laode Untung dirinya berharap dapat sembuh dengan cepat.

Laode Untung mengaku, sejak membuka klinik Ia tak tau lagi jumlah pasien yang diobatinya.

Laode Untung mengaku pijat tradisional ini merupakan warisan turun temurun dari keluarganya. Boleh dikata di lingkungan kerabatnya tinggal laode untung yang tetap melestarikan warisan budaya ini.

Sayangnya, seiring dengan waktu, tradisi Pijat tradisional dengan menggunakan bedak kaledupa kini telah jarang dipraktekkan bahkan di daerah asalnya sekalipun di kecamatan kaledupa kabupaten wakatobi sulawesi tenggara.

Nah jika anda mengalami patah tulang tak ada salahnya mencoba pijat tradisonal dengan menggunakan bedak kaledupa.(YOSHASRUL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top