Connect with us

Lagi, Tiga Mantan Direktur Perusda Masuk Bui

Daerah

Lagi, Tiga Mantan Direktur Perusda Masuk Bui

SUARAKENDARI.COM, KOLAKA – PD. Aneka Usaha atau Perusda Kolaka nampaknya sudah bisa menyandang status sarang para koruptor. Terbukti setelah dijebloskannya kedalam penjara dua Direktur Perusda Kolaka, Sukma Kutana (Dirut) dan Lukman (Dirops) periode 2013, kini Kejaksaan Negeri Kolaka kembali menjebloskan tiga mantan direktur BUMD Kolaka yang lain.

Saat ini mereka yang telah dijebloskan kedalam Rutan Kolaka adalah Yan Iswan, Dudung Juana dan Rahmad Najib. Ketiganya terbukti merugikan Negara senilai Rp.5,7 Milyar. Kerugian tersebut berdasarkan hasil audit BPK perwakilan Sulawesi Tenggara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian saat ditemui mengungkapkan bahwa seluruh tersangka akan berada di Rutan Kolaka selama 20 hari. “Memang betul kita telah tahan tiga orang itu. Jadi rinciannya adaah periode 2010 hingga 2011 itu Negara dirugikan Rp. 3,9 Milyar dengan pelaku Dudung Juana sebagai Dirut saat itu dan Rahmad Najib sebagai Direktur Keuangan,” katanya, Jumat (31/10/2014).

Sementara Yan Iswan saat menjabat sebagai Direktur Utama periode 2012 terbukti merugikan negara Rp.1,8 Milyar. dan berdasarkan hasil audit BPKP Sulawesi Tenggara pun tiga tersangka itu masuk bui.

Dia menambahkan setelah menitipkan para tersangka korupsi itu di Rutan Kolaka maka pihaknya akan konsentrasi lagi menyusun berkas guna dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kendari. “Jadi setelah ini kami focus ketahap selanjutnya. Yaitu proses persidangan. Jadi memang sebelum ditahan itu ada penyerahan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum. Semua melaui proses hukum yang benar,” tambahnya.

Memang kasus korupsi di Perusda Kolaka terus menggurita. Bahkan pihak Kejaksaan tidak bisa member garansi apakah masalah tersebut akan berhenti di tiga orang itu saja. “Kalau memang ada fakta baru dalam persidangan nanti pasti kita lanjutkan lagi untuk mencari yang lain. Itu pasti, tapi saat ini kita focus dulu lah sama yang tiga tersangka ini,” tegas Kajari Kolaka, Jefferdian.

Untuk menjebloskan tiga orang terserbut kedalam Rutan, Kejaksaan Negeri Kolaka butuh waktu enam bulan untuk melengkapi berkas mereka. “Jadi enam bulan kita kerja, tapi kan bukan pada lama atau tidaknya pekerjaan itu, tetapi hasilnya. Ini kita masih berjuang untuk hadapi siding tipikor nanti,” tambah Jefferdian.

Cuma, Kajari Kolaka belum bisa memastikan kapan waktu yang pas untuk siding tipikor tiga tersangka tersebut. (ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top