Connect with us

Lagi, Siswi SMP Diperkosa 10 Pemuda

ilustrasi

Hukum & Kriminal

Lagi, Siswi SMP Diperkosa 10 Pemuda

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM- Seorang Siswi yang baru duduk di bangku Kelas 3 SMP di Kabupaten Bombana  mengaku diperkosa sepuluh pemuda di seputar perkantoran pemkab Bombana di Langkapa Kecamatan Rumbia, Selasa malam (30/12) lalu. Kasus terbongkar setelah korban melapor ke polisi.

Siswi sebut saja Mawar, yang baru berusia 15 tahun ini, mengaku tak berdaya ketika dipaksa melayani nafsu bejat sepuluh pemuda. Meski sempat memberontak, namun upaya meronta korban jadi sia-sia, ketika melawan cengkrama sepuluh pemuda yang sudah dihinggapi nafsu birahi.

Kejadian bermula ketika korban dipanggil sang pacar AD (15) untuk ketemu di seputar perkantoran Bupati Bombana. Akibat panggilan sang doi, tanpa pikir macam-macam Mawar ngikut saja.

Melihat korban bakal datang, AD langsung mengontak teman temannya masing-masing,  As (16), Ag (15), Rs (14) BD (19), Fd (22), Sh (24), Hn (23), As (22), Ys (17) untuk muluskan niatan bejat tersebut.

Begitu Mawar datang, langsung diajak ke lokasi perkantoran Langkapa yang agak sunyi dari keramaian. Di lokasi itulah, Mawar mengaku disetubuhi secara bergilir.

Mulanya dilakukan oleh sang pacar yakni AD. setelah AD berhasil, lalu memanggil dua orang temannya untuk melanjutkan tindakan tidak senonoh itu. Selanjutnya disusul sejumlah rekan-rekannya.

Korban mengaku tak berdaya sebab saat disetubuhi, dirinya selalu dicengkram atau dipegang oleh teman teman AD. Sehingga dengan leluasa para pelaku menggilirnya. Hingga dirinya tak berdaya, lalu ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku di tempat kejadian.

Terbongkarnya kasus ini ketika kakak korban melapor ke kantor Polsek Rumbia, Sabtu akhir pekan kemarin(3/1). Mendapat laporan, polisi langsung bergerak dan berhasil menangkap kesepuluh pelaku.

“Para pelakunya sudah kami tangkap dan kini kami ditahan guna pengusutan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Rumbia, Ipda Muh Arman kepada awak media

Sejumlah barang bukti kata Arman sudah diamankan, satu diantaranya yakni pakaian korban. Para pelaku dapat dijerat pasal 285 subsider 287 sub 290 Jo. pasal 55, KUHP. Selanjutnya pasal 82 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (DAR)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top