Connect with us

Lagi, KPUD Bombana Dibelit Perkara

Uncategorized

Lagi, KPUD Bombana Dibelit Perkara

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Pasca menerima peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) awal bulan ini. KPUD Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara kembali disorot kinerjanya.

Panitia penyelenggara pemilu legislatif ini dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara atas tudingan gegabah dalam menetapkan celeg terpilih saat pilcaleg 2014 di Kabupaten Bombana.

Muhamad Taslim Suri, Direktur Badan Eksekutif KPUD Watch Sultra, menuding KPUD Bombana keliru meloloskan pencalonan dua celeg terpilih asal PAN.

Kedua Caleg masing-masing bernama Andi Firman asal dapil Rumbia dan Musrif dapil Kabaena, Kata Taslim cacat administrasi pencalonan pemilu. Sebab kedua caleg terpilih ini, tidak menyetorkan formulir BB-5 atau surat pengunduran diri dari partai lain ke KPUD Bombana.

“Mereka itu terbukti tidak memiliki berkas formulir BB-5. Ini hasil temuan investigasi kami, sehingga tidak layak atau tidak cukup administrasi sebagai calon. KPUD Bombana wajib menganulir terpilihnya dua calon ini. Tapi bila bersikukuh atas ketetapannya. Kami siap laporkan KPUD Bombana ke KPU pusat dan DKPP,” tegas Taslin Suri

Dia mengatakan tidak akan mundur terkait temuan investigasi lembaganya. “Kami sudah laporkan kasus ini ke Bawaslu. Tergantung pihak KPUD Bombana, menyayang kedua calon itu dengan konsekuensi bisa berdampak pada jabatan KPUD-nya atau menganulir keputusannya. Kami menunggu dan siap-siap akan lanjut ke tingkat atas (KPU dan DKPP) jika pilihan KPUD bersikukuh atau tidak menganulir keputusannya,” ujar Taslim

Menanggapi persoalan ini, Ketua KPUD Kabupaten Bombana Batmang mengaku aduan KPUD Watch itu sementara dikaji di internalnya.

“Kami sementara kaji di internal dulu atas persoalan ini. Nanti kami rapatkan juga bersama pihak panwaslu. Bahkan untuk kebutuhan klarifikasi, kami akan mengundang pihak partai yang diduga bermasalah itu,” pungkasnya.

Batmang menjegaskan persoalan berkas BB-5 tersebut, masih diverifikasi oleh komisioner KPUD lama. “Kami itu aktif di bulan Juni 2014. Dimana tahapan pilcaleg masuk pada pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) masa sanggahan hingga penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

Kata Batmang, tidak ada sanggahan publik untuk kedua caleg PAN ini saat pengumuman DCT lalu. “Dulu diberikan waktu sanggahan, namun tidak ada yang menyangga. Nanti sekarang baru dipermasalahkan,” terangnya

Meski terlambat, kata Batmang tiap aduan yang masuk tetap akan dicermati. “KPUD Kabupaten itu tetap mencermati tiap aduan yang masuk. Bila terjadi sesuatu (terkait laporan atau aduan), yang eksekusi itu di tingkat KPU Provinsi. KPUD Kabupaten sebatas memproses,” tukasnya. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top